Terciptanya Manusia Menyerupai Bentuk Lintah dalam Rahim Ibu

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 56 1843010 terciptanya-manusia-menyerupai-bentuk-lintah-dalam-rahim-ibu-ty09ovU6Xt.jpg (Foto: Islampapers)

JAKARTA - Teknologi saat ini bisa melihat janin atau bayi yang tumbuh di dalam rahim ibu. Dengan peralatan canggih, sangat mungkin melihat sesuatu di dalam tubuh manusia yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk mengungkap seorang ilmuwan bernama Dr Keith Moor awalnya bingung dengan ayat Alquran yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari alaq yang bermakna segumpal darah atau bermakna sesuatu yang melekat, seperti lintah.

Dr Keith Moor tidak mengetahui apakah benar tahap awal perkembangan embrio melekat seperti lintah atau tidak. Berbekal ayat yang berbunyi dalam salah satu ayat Alquran, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah," Surah Al-'Alaq Ayat 1-2, kemudian ia mempelajari tahap awal perkembangan embrio menggunakan mikroskop canggih.

Baca juga: Manusia Diciptakan dari Alaq Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Di bawah mikroskop canggih itu, ia mengamati dan membandingkannya dengan lintah. Alangkah terkejutnya ia saat mengetahui bahwa memang sangat mirip.

Ketika sel sperma pria bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai zigot dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi segumpal daging.

Baca juga: Ternyata! Manusia Bernapas Lebih dari 30.000 Kali dalam Sehari

Tentu saja, hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop. Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja.

Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di Bumi dengan serabutnya. Melalui hubungan ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang Ibu untuk pertumbuhannya.

Janin Mengalami Proses

Dalam buku 'Sains berbasis Alquran' karya Ridwan Abdullah Sani, mengungkap bahwa keterangan tentang manusia yang merupakan keturunan Nabi Adam diciptakan dari saripati tanah.

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)," bunyi Surah Al-Mu'minun Ayat 12-13.

Bila Ayat tersebut dibaca dalam teks Arab (Alquran), ditemukan kata sulalah yang dapat diartikan sebagai saripati atau intisari. Sementara itu, kata nuthfah memiliki banyak arti, dapat berarti satu tetes air atau ukuran kecil dari benda yang dapat membasahi.

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat," bunyi Surah Al-Insan Ayat 2.

Nuthfah yang disimpan di dalam rahim tersebut mengalami proses sebagaimana yang diterangkan dalam Surah Al-Mu'minun Ayat 14. Proses tersebut tidak diketahui pada zaman Rasulullah, namun sesuai dengan penelitian tentang perkembangan janin yang dilakukan oleh ilmuwan pada saat ini.

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik," Surah Al-Mu'minun Ayat 14 menjelaskan.

Perkembangan embrio manusia di dalam rahim untuk menjadi fetus memerlukan waktu 8 minggu atau 56 hari setelah sel telur dibuahi. Setelah 8 minggu, mulai terbentuk struktur utama janin.

Alquran menyatakan bahwa embrio yang menempel tersebut merupakan gumpalan darah yang bersifat menempel atau alaq. Kata alaq atau alaqah berasal dari kata alaqa yang artinya sesuatu yang membeku, tergantung atau berdempet.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini