iPhone Meledak, 50 Pelanggan dan Staf Apple Store Dievakuasi

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 13:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 57 1842833 iphone-terbakar-50-pelanggan-dan-staf-apple-store-dievakuasi-LkG1fyCxjD.jpg Ilustrasi (Foto: Twitter)

JAKARTA – Baterai iPhone terbakar dan mengeluarkan asap hingga meledak. Insiden ini terjadi di Apple Store di kota Zurich, Swiss, pada Selasa (9/1) waktu setempat, hingga mengharuskan petugas melakukan evakuasi.

Kepolisian Zurich mengatakan sekira 50 pelanggan dan staf terpaksa meninggalkan gedung setelah baterai iPhone yang panas berlebih mulai mengeluarkan asap. Dijelaskan kepolisian setempat, insiden itu bahkan menyebabkan seorang petugas toko mengalami luka bakar ringan setelah berupaya mengeluarkan baterai dari smartphone buatan Apple tersebut.

Baca: Penjualan iPhone di 2018 Diprediksi Merosot, Kenapa?

“Tujuh orang mendapat pertolongan medis, namun tidak ada yang harus menjalani perawatan di rumah sakit,” kata juru bicara kepolisian, Marco Bisa dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN, Rabu (10/1/2017).

Ia juga mengatakan ahli forensik kini tengah mencoba mengidentifikasi penyebab baterai iPhone mengalami panas berlebih. Marco Bisa memuji petugas toko Apple yang berupaya mengatasi masalah baterai iPhone yang mengeluarkan asap itu secara langsung.

Apple sendiri belum memberikan tanggapannya atas masalah iPhone yang meledak.

Masalah pada baterai smartphone memang bukan kali pertama ini terjadi. Mayoritas baterai yang bermasalah merupakan baterai lithium ion yang digunakan banyak laptop dan smartphone termasuk iPhone.

Meski tak begitu sering terjadi, baterai lithium ios terkadang terbakar atau mengalami panas berlebih karena menggunakan elektrolit yang mudah terbakar.

Sebelumnya, Samsung mengalami insiden meledaknya Galaxy Note 7 karena baterai yang panas berlebih. Insiden yang terjadi di berbagai negara ini bahkan membuat perusahaan terpaksa menarik kembali (recall) smartphone-nya dari pasaran.

Sementara itu, masalah pada baterai juga dialami Apple belum lama ini. Meski bukan masalah yang akan membuat iPhone-nya meledak, beberapa iPhone lawas terpaksa dibuat lemot demi menjaga daya tahan baterai.

Keputusan ini kemudian dikeluhkan banyak pengguna Apple, yang merasa tak terima iPhone-nya sengaja dibuat lemot. Banyak pengguna bahkan mengajukan gugatan class action dimana mereka menuduh Apple mendorong mereka untuk melakukan upgrade.

Baca juga: iPhone Lawas Lemot, Apple Minta Maaf

Apple membantah tuduhan tersebut. Raksasa teknologi itu mengatakan bahwa update iOS yang berdampak pada pelambatan iPhone itu ditujukan untuk memanajemen baterai agar tidak mati mendadak.

Sebagai gantinya, Apple menawarkan penggantian baterai. Alih-alih memberikannya secara cuma-cuma, Apple memangkas harga baterai. Tak hanya itu, Apple juga membebaskan syarat bagi pelanggan yang ingin mendapatkan baterai baru dengan harga terjangkau tersebut. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini