Lensa Kontak Ditemukan Sejak 500 Tahun Silam

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 19:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 56 1843714 lensa-kontak-ditemukan-sejak-500-tahun-silam-Tpb5jc4yJO.jpg Lensa kontak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Konsep dari lensa kontak, ternyata sudah ada sejak 500 tahun lalu, ketika Leonardo da Vinci dan René Descartes bereksperimen dengan kekuatan refraksi air. Leonardo da Vinci berspekulasi bahwa penglihatan bisa berubah saat mata bersentuhan langsung dengan air.

Pada 1636, Descartes mencoba menempatkan tabung gelas yang berisi cairan yang berkontak langsung dengan kornea. Sayangnya, teknologi itu menimbulkan masalah baru, yaitu tidak memungkinkan mata pengguna untuk berkedip.

Pada 1827, Sir John Herschel memperkenalkan gagasan bahwa mengambil sebuah cetakan kornea akan membantu menghasilkan lensa yang bisa memperbaiki penglihatan. Sayangnya, teknologi tidak begitu sesuai dengan visi Herschel pada saat itu.


Baca juga: Menilik Perkembangan Mesin Fotokopi yang Diciptakan Sejak 1937

Baru pada akhir 1800-an, tiga pria ini masing-masing menemukan lensa kontak pertama. Ahli Mata Adolf Eugene Fick (Swedia) dan Eugene Kalt (Prancis) menemukan kaca lensa yang bertujuan untuk memperbaiki kelainan kornea. Kemudian, pada 1887 seorang glassblower Jerman bernama F.E. Muller menghasilkan penutup kaca pertama untuk mata.

Pada 1888, Dr. Adolf Fick membuat dan memasang lensa kontak yang berhasil pertama kali. Namun, lensa tersebut tebal dan berat sehingga menutupi seluruh mata.

Lensa tersebut terbuat dari kaca sehingga mata tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Setelah beberapa jam penggunaan, lensa kontak pada mata menjadi terasa menyakitkan.

Pada 1920 dan 1930-an, kemajuan teknologi memungkinkan teori Herschel menjadi kenyataan. Terciptalah lensa kontak sesuai dengan bentuk mata untuk pertama kalinya dan terbuat dari plastik yang membuatnya ringan.

Baca juga: Sejarah Cermin yang Muncul 8.000 Tahun Silam

Lensa kontak kornea awal 1950-an dan 1960-an mahal dan rapuh, bahkan terdapat industri asuransi lensa kontak. Tidak hanya mahal, tapi durasi penggunaannya tidak bisa terlalu lama karena oksigen tidak dapat meresap dengan baik ke dalam kornea.

Sepanjang 1970 dan 1980-an, para dokter dan ilmuwan bekerja untuk mengembangkan berbagai bahan yang kaku, tapi mampu meresap gas. Dari situlah disebut dengan ‘hard lenses’.

Pada tahun tersebut lensa kontak lunak atau soft lens juga berkembang. Pada 1971, Food and Drug Administration (FDA) A.S. pertama kali menyetujui materi lensa kontak.

Lensa kontak tersebut menjadi favorit pasien karena tidak hanya menyerap gas, tapi juga lebih mudah disesuaikan dan nyaman digunakan. Pada 1972, segera setelah FDA menyetujui materi tersebut, Dr. Rishi Agarwal menyarankan penggunaan lensa kontak lunak sekali pakai.

Lensa kontak modern terus berevolusi. Lensa kontak baru memanfaatkan silikon yang memiliki permeabilitas oksigen sangat tinggi. Jenis lensa kontak ini sering digunakan untuk pemakaian semalam. Bukan hanya materi atau kemudahan pemakaian lensa kontak yang telah berkembang, warna dan pola yang tersedia dari lensa kontak pun kini beragam.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini