nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Temukan Cadangan Air di Bawah Permukaan Mars

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 06:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 56 1844215 nasa-temukan-cadangan-air-di-bawah-permukaan-mars-GS7yijMR7F.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Di wilayah bagian tengah Mars, para ilmuwan telah menemukan lapisan es yang terkubur hanya beberapa meter di bawah permukaan planet merah tersebut. Penemuan ini menambahkan pengetahuan penting pada sejarah geologi Mars dan mungkin menggambarkan bagaimana manusia masa depan di Mars mendapatkan air.

"Ini merupakan jendela baru menuju permukaan es di Mars,” kata Colin Dundas, ahli geologi Survey Geologi AS yang turut menemukan lapisan es, dikutip dari National Geographic.

Para ilmuwan telah lama berteori bahwa terdapat cadangan air es terkunci di bawah tanah di Mars. Pada 2002, misi Odyssey NASA memindai planet ini dari orbit dan mendeteksi tanda-tanda daerah es yang dangkal di garis lintang tinggi. Pada 2008, misi NASA Phoenix menggali es air di lokasi pendaratannya di dekat kutub utara Mars.

Pada akhir 2016, para ilmuwan, yang menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), menemukan lapisan es terkubur di garis lintang Mars yang menampung sebanyak air di Danau Superior. Namun, para ilmuwan masih berusaha memahami luas dan aksesibilitas dari lapisan es di bawah permukaan Mars tersebut.

Baca juga: Pelajari Mars, Ilmuwan Cari Kehidupan Asing di Luar Bumi

Delapan situs wilayah dalam penelitian baru ini mencakup tanggul curam. Tanggul curam tersebut mengalami erosi yang menunjukkan lapisan batuan dan es yang terlihat oleh MRO. Es-es tersebut pertama kali muncul di antara satu dan tiga meter di bawah tanah.

Baca juga: Ilmuwan Pecahkan Misteri Hilangnya Air di Mars

Dundas mengatakan, lokasi es tersebut mendukung gagasan bahwa garis lintang Mars secara periodik terdapat hujan salju besar jutaan tahun lalu, ketika Mars miring pada porosnya di sudut yang lebih curam dari sekarang.

Seorang ilmuwan planet dari Caltech, Bethany Ehlmann, mengatakan bahwa es tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencatat perubahan iklim di Mars baru-baru ini. Penemuan ini juga dapat membantu astronot di masa depan – yang mungkin suatu hari bisa mendarat di garis lintang Mars – untuk mengonsumsi air tersebut.

Misi manusia ke Mars kemungkinan akan bergantung pada penggalian air dari lingkungan setempat, baik membakarnya dari mineral terhidrasi maupun menambangnya dari endapan es. Manusia kemudian akan meminum air atau memecahnya menjadi hidrogen dan oksigen, yang kemudian bisa digunakan untuk pembuatan udara untuk bernapas dan metana untuk bahan bakar roket.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini