2019, Teleskop Terbesar di Dunia Deteksi Kehidupan Alien

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 10:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 56 1844418 2019-teleskop-terbesar-di-dunia-deteksi-kehidupan-alien-39dqnj62gc.jpg (Foto: Northrop Grumman)

JAKARTA - Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA (JWST), diharapkan dapat menemukan kehidupan alien. Teleskop telah menyelesaikan serangkaian tes kritis untuk mengantisipasi peluncurannya pada awal musim panas 2019.

Teleskop itu telah berhasil diuji di ruang vakum raksasa di Johnson Space Center untuk membuktikan bahwa perangkat mampu berfungsi di luar angkasa yang amat jauh.

Teleskop seharga USD8,8 miliar tersebut menjalani 100 hari percobaan kriogenik, dengan suhu ratusan derajat di bawah titik beku untuk memastikan kinerjanya di lingkungan dingin yang ekstrem.

"Kesuksesan dalam menyelesaikan tes ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi JWST. Kami telah memverifikasi bahwa NASA dan mitranya memiliki teleskop yang luar biasa dan seperangkat instrumen sains yang spektakuler," kata Bill Ochs, manajer proyek teleskop.

Baca juga: Kerang Miliki 200 Mata Bagai Teleskop Canggih

Untuk mendeteksi sinar inframerah dari objek jauh, teleskop harus berada dalam kondisi sangat dingin. Teleskop James Webb dan sebagian besar instrumennya memiliki suhu operasi minus 223 derajat celsius.

Namun, instrumen mid-infrared (MIRI) harus berada di suhu yang lebih dingin. Instrumen ini menggunakan cryocooler untuk menyimpannya di suhu minus 266 derajat celsius.

Baca juga: Menakjubkan! Intip Pemandangan Luar Angkasa via Teleskop NASA

“Setelah 15 tahun perencanaan, renovasi ruangan, ratusan jam pengujian pengurangan risiko, dedikasi lebih dari 100 orang melalui lebih dari 90 hari pengujian, dan bertahan dari Badai Harvey, tes cryogenic OTIS merupakan kesuksesan luar biasa,” jelas Dr. Ochs.

Para insinyur mulai mendinginkan ruangan pada 20 Juli setelah melepaskan udara. Proses ini memakan waktu kira-kira 30 hari, sehingga teleskop tersebut tetap berada dalam cryo-stable selama 30 hari berikutnya.

Tim akan menghangatkan ruangan kembali pada 27 September, sebelum memompa udara masuk lagi. Kemudian, pada 18 November, mereka akan membuka pintunya.

"Dengan gabungan tim dari seluruh pelosok negeri, kami dapat menciptakan luar angkasa di dalam ruangan ini dan memastikan bahwa Webb dapat tampil sempurna dengan mengamati sudut terdingin di alam semesta," kata Jonathan Homan, manajer proyek pengujian kriogenik Webb di Johnson.

Ia mengharapkan teleskop terbesar di dunia itu akan sukses, dengan perjalanan ke Lagrange point2 (setelah peluncuran) dan menjelajahi asal-usul tata surya, galaksi, serta membuka pengetahuan manusia tentang alam semesta. Demikian dilansir dari Daily Mail.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini