Paten Huawei Hadirkan Fitur Bezel Smartwatch Bisa Disentuh

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 07:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 57 1844622 paten-huawei-hadirkan-fitur-bezel-smartwatch-bisa-disentuh-b9cps0cjNm.jpg (Foto: Slashgear)

JAKARTA - Umumnya smartwatch atau jam tangan pintar memiliki teknologi layar sentuh pada bagian display. Huawei tampaknya sebagai salah satu perusahaan yang ingin menghadirkan teknologi smartwatch yang berbeda daripada smartwatch yang lainnya.

Dilansir Slashgear, Sabtu (13/1/2018), Huawei bekerja pada bezel smartwatch yang memiliki fitur sentuh sensitif, yang memungkinkan perangkat bisa mendeteksi ketukan yang berbeda dan mendeteksi gesekan di beberapa titik.

Ini bisa membuka pintu untuk kontrol tambahan di luar layar, tetapi tanpa membutuhkan tombol fisik. Menurut paten Huawei, yang diberikan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO), bezel melingkar pada smartwatch dapat dibagi menjadi delapan zona berbeda, masing-masing memiliki sensitivitas sentuhan dan kemampuan untuk bertindak sebagai masukan perintah untuk perangkat.

Zona tersebut dikatakan mampu mengenali ketukan, gesekan, dan menjadi sensitif terhadap tekanan, bersamaan dengan penyebutan gesture "sekrup". Tampilan gambar mengungkap contoh beberapa zona sentuh pada panel smartwatch, dengan isyarat yang disarankan untuk kontrol yang berbeda.

Baca juga: Huawei dan Xiaomi Siap Gempur 'Kandang' Apple di 2018

Terkait dengan paten, Huawei baru-baru ini dilaporkan mengalahkan Samsung. Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, pada 2016, Huawei menggugat Samsung karena diduga melanggar beberapa hak patennya.

Tuntutan hukum diajukan di California dan China, dan di China terbukti berhasil bagi perusahaan tersebut. Seorang hakim di Shenzhen memutuskan bahwa Samsung telah melanggar salah satu paten komunikasi nirkabel Huawei.

Alhasil, Samsung telah diperintahkan untuk berhenti menjual produk yang memanfaatkan teknologi di China.

Baca juga: Huawei Kalahkan Samsung Terkait Paten Teknologi Nirkabel

Inti masalah hukum adalah klaim Huawei bahwa Samsung telah melanggar hak kekayaan intelektualnya. Menurut sebuah pengadilan di Shenzhen, Samsung telah melanggar satu paten Huawei mengenai komunikasi nirkabel.

Ini bukan pertama kalinya Huawei mendapat keputusan yang menguntungkan di China. Pada 2017, perusahaan dianugerahi sekira USD12 juta terkait dengan Samsung yang melanggar IP Huawei.

Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan meninjau keputusan tersebut dengan seksama sebelum menanggapi "sesuai dengan" undang-undang setempat. Dalam keputusan khusus ini, perusahaan Korea Selatan itu telah diperintahkan untuk membayar biaya ke pengadilan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini