Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Telegram Bikin Uang Digital Saingi Bitcoin untuk Transaksi Sehari-hari?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 16 207 1845655 telegram-bikin-uang-digital-saingi-bitcoin-untuk-transaksi-sehari-hari-QvuRXG0DkH.jpg (Foto: Mashable)

JAKARTA - Telegram, aplikasi pesan mengembangkan platform blockchain untuk menyaingi Bitcoin dan Ethereum. Perusahaan tengah mengumpulkan dana sedikitnya USD1,2 miliar untuk mengembangkan platform yang dinamakan TON (Telegram Open Network) dan cryptocurrency bernama Grams.

Dilansir Businessinsider, Selasa (16/1/2018), Telegram yang memiliki lebih dari 170 juta pengguna bulanan berusaha mengumpulkan sejumlah uang dari penjualan token, yang mencakup penjualan pribadi yang ditetapkan untuk Februari 2018 dan penjualan publik pada Maret.

Telegram mengharapkan bisa mengumpulkan USD600 juta dalam penjualan keduanya. Dengan USD1,2 miliar akan menjadi penjualan token terbesar yang pernah ada, mengalahkan USD257 juta yang diajukan oleh Filecoin, jaringan penyedia penyimpanan awan terdesentralisasi, pada September tahun lalu.

Metode penggalangan dana yang dianggap paling baik ialah melalui proses penawaran saham perdana, di mana perusahaan mengeluarkan token mereka sendiri kepada investor dengan imbalan untuk bitcoin. Pada 2017, tujuh perusahaan ketika itu mengumpulkan lebih dari USD100 juta.

Baca juga: Telegram Kini Bisa Tampung 3 Akun Sekaligus

Penyedia layanan analitik, Autonomous NEXT mengestimasi lebih dari USD4 miliar telah terkumpul melalui initial coin offering (ICO).

Uang bisa terkumpul dengan dukungan (Telegram Open Network) dari perusahaan, yang akan menjadi "tuan rumah bagi generasi baru cryptocurrencies dan aplikasi desentralisasi", menurut dokumen yang ditinjau oleh Business Insider.

Investor akan menerima token TON, atau disebut Grams untuk berpartisipasi dalam ICO paling lambat pada Desember 2018.

Perusahaan tidak mengharapkan token terdaftar di bursa besar hingga 2019. Lebih lanjut, penyedia aplikasi pesan terenkripsi ini berharap bisa memecahkan masalah yang tidak ditangani oleh Bitcoin atau Ethereum.

"Bitcoin telah memantapkan dirinya sebagai 'emas digital', dan Ethereum telah terbukti menjadi platform yang efisien untuk penjualan token crowd. Namun, tidak ada cryptocurrency standar saat ini yang digunakan untuk pertukaran nilai reguler dalam kehidupan sehari-hari orang biasa," kata perusahaan.

Bitcoin dan Ether telah mencapai popularitas yang luar biasa sepanjang tahun lalu. Para kritikus menunjukkan bahwa mereka belum dapat mengukur sampai pada titik bersaing dengan uang tunai atau kartu kredit.

Telegram berharap bisa merancang tokennya untuk menjadi mitra terdesentralisasi untuk uang sehari-sehari yang menargetkan pasar massal.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini