Mengapa Awan Terlihat Berwarna Putih?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 09:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 17 56 1846439 mengapa-awan-terlihat-berwarna-putih-0lGxiwpw0O.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Awan yang cerah terlihat begitu putih di siang hari. Tahukah Anda mengapa awan bisa berwarna putih.

Situs Weather mengungkapkan, matahari merupakan faktor utama mengapa awan berwarna putih. Untuk memahami lebih lanjut, ketahuilah bahwa awan memiliki komposisi.

Awan terdiri dari tetesan air bundar kecil, yang terbentuk saat uap air mengembun dari gas ke cairan. Pahami pula mengenai spektrum elektromagnetik. Matahari memancarkan energi dan manusia tidak dapat melihat sebagian besar energi itu dengan mata telanjang.

Manusia hanya bisa melihat spektrum yang terlihat seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Bila warna itu digabungkan, manusia melihat cahaya berwarna putih.

Saat cahaya matahari menembus tetesan awan kecil ini, maka ia terurai. Dengan kata lain, itu didorong keluar dari tetesan ke segala arah yang berbeda.

Baca juga: Ini Proses Terbentuknya Awan yang Perlu Anda Ketahui

Tidak seperti hamburan di langit atau lautan, di mana molekul begitu kecil mereka hanya menyebarkan cahaya biru dan ungu, tetesan air cukup besar sehingga menyebarkan keseluruhan spektrum.

Itulah mengapa awan tampak sebagian besar berwarna putih. Ada kalanya awan sepertinya tidak berwarna putih, bahkan pada hari yang cerah. Hal ini bisa disebabkan oleh bayangan dari awan lain.

 

Awan Penghasil Hujan

Dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa awan stratus terbentang secara horizontal dan berbentuk lapisan sepanjang 200 kilometer.

Ia memanjang di lapisan pertama paling bawah, lalu lapisan ketiga terbawah, lalu lapisan keempat, dan seterusnya.

Baca juga: Selain Cumulonimbus, Ini Deretan Jenis Awan

Para ilmuwan mengatakan, awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan saja.

Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya di kondisi tertentu saja. Hujan tidak akan turun kecuali jika empat lapisan awan berkumpul menjadi satu.

Jika hanya tiga lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tapi tidak akan jatuh ke Bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini