Anders Celsius, Astronom sang Penemu Skala Suhu Celcius

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 19 Januari 2018 07:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 56 1847135 anders-celsius-astronom-sang-penemu-skala-suhu-celcius-BzDSdeaQyD.jpg Alat skala selsius (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Anders Celsius memang dikenal sebagai penemu skala suhu, namun ia ternyata seorang astronom. Celcius baru mempelajari tentang skala suhu tak lama sebelum kematiannya.

Anders Celsius lahir di Uppsala, Swedia, pada 27 November 1701. Sebagai putra seorang profesor astronomi dan cucu seorang matematikawan sekaligus astronom, Celcius memfokuskan hidupnya pada bidang akademik. Ia menempuh pendidikan di Universitas Uppsala, tempat ayahnya mengajar, dan pada 1730 ia juga mendapat jabatan sebagai profesor di kampus tersebut.

Penelitiannya yang paling awal mengenai aurora borealis, dan ia adalah orang pertama yang mengungkap adanya hubungan antara cahaya utara tersebut dengan perubahan medan magnet Bumi.

Celsius berkelana selama beberapa tahun, termasuk dalam sebuah ekspedisi ke Lapland dengan astronom Perancis Pierre-Louis Maupertuis (1698-1759) untuk mengukur derajat garis bujur Bumi. Setelah kembali, ia ditunjuk sebagai pengurus (manajer) observatorium baru di Uppsala.

Baca juga: Perjalanan Charles Ranlett Flint, sang Pendiri IBM

Ia memulai serangkaian pengamatan menggunakan piring kaca berwarna untuk mencatat besarnya bintang tertentu. Itu merupakan usaha pertamanya untuk mengukur intensitas cahaya bintang dengan alat selain mata manusia.

Karya Celcius yang paling terkenal adalah penciptaan skala suhu seratus poin, meskipun ia bukanlah orang pertama yang melakukannya. Hal yang membuat skala Celcius berbeda dari yang lainnya adalah keputusannya untuk menetapkan titik beku dan titik didih air sebagai suhu konstan di kedua ujung skala.

Ketika Celcius memperkenalkan skala pada 1747, cara kerjanya kebalikan dari yang digunakan saat ini, dengan titik didih air nol derajat dan titik beku seratus derajat. Setahun kemudian, dua konstanta tersebut bertukar, titik didih menjadi seratus derajat dan titih beku no derajat, menciptakan skala suhu yang digunakan hingga hari ini.

Celsius awalnya menyebut skala tersebut ‘centigrae’ (dari bahasa Latin untuk ‘seratus langkah’). Selama bertahun-tahun, penemuannya itu hanya disebut sebagai termometer Swedia. Namun, pada 1948 sebagian besar dunia mulai menggunakan skala seratus poin, dan menyebutnya skala Celsius.

Baca juga: William Austin Burt, sang Penemu Kompas Surya

Pada 25 April 1744, di usia 42 tahun, Anders Celcius meninggal karena TBC, penyakit mengerikan yang menyerang paru-paru, tulang, dan bagian tubuh lainnya. Ia meninggalkan banyak disertasi (tulisan panjang) tentang astronomi, dan juga buku berjudul "Aritmatika untuk Pemuda Swedia," terbit pada 1741. Untuk semua prestasi dalam bidang astronomi sepanjang hidupnya, nama Celsius selamanya terikat pada instrumen yang digunakan setiap hari di sebagian besar dunia, skala Celsius.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini