5 Aplikasi Smartphone Berbahaya, Apa Saja?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 19 Januari 2018 10:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 19 207 1847273 5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja-Y3uvdfULxH.jpg (Foto: TechCrunch)

JAKARTA – Aplikasi menjadi sesuatu yang wajib ada dalam sebuah smartphone. Tanpa aplikasi, smartphone yang kini banyak dimiliki orang di berbagai penjuru dunia mungkin tak akan bisa dioperasikan secara maksimal.

Beragam aplikasi hadir dan melengkapi kehidupan pengguna smartphone. Namun siapa sangka beberapa aplikasi media sosial dinilai berbahaya bagi pengguna, terkhusus bagi anak-anak.

Pasalnya, aplikasi berbahaya itu kerap disalahgunakan oleh para penjahan siber demi tujuan pribadi mereka. Alhasil, pengguna apalagi yang masih anak-anak rentan mengalami pencurian data.

Berikut Okezone rangkum 5 aplikasi media sosial berbahaya, yang sering disalahgunakan penjahat siber.

Snapchat

Snapchat menjadi aplikasi berbahaya termasuk anak-anak. Hal tersebut disebabkan banyak pengguna yang bisa mengakses konten yang dipublikasikan dalam aplikasi tersebut, sehingga memungkinkan banyak risiko bagi pengguna.

Di wilayah tertentu, aplikasi ini memang banyak digunakan, sehingga menjadi target penjahat siber. Pada 2014, Snapchat mengalami peretasan dimana sejumlah foto pribadi dipublikasikan.

Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk men-screenshot konten, dan bisa saja disalahgunakan oleh penjahat siber.

Ask.fm

Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan yang mereka inginkan, baik sebagai diri mereka sendiri atau anonim. Namun, beberapa pengguna anonim kerap memanfaatkan aplikasi ini berbahaya ini untuk mengajukan pertanyaan yang vulgar.

Tak jarang mereka juga melontarkan komentar yang menyinggung perasaan pengguna lain. Beberapa pengguna bahkan membalasnya dengan hinaan. Alhasil aplikasi ini dinilai berbahaya bagi anak-anak.

Instagram

Serupa dengan Snapchat, Instagram juga dinilai merupakan aplikasi yang berbahaya. Aplikasi berbagi foto ini memungkinkan pengguna untuk menjepret dan mempublikasikan foto kepada followers.

Hal ini membuat informasi pengguna dengan mudah diketahui. Tak hanya itu, informasi sensitif juga kerap dipublikasikantanpa disadari pengguna, sehingga memungkinkan penjahat siber untuk menyalahgunakannya.

Whisper

Whisper merupakan aplikasi pengakuan dimana pengguna bisa membuat pengakuan saat dirinya menjadi pengguna anonim. Aplikasi berbahaya ini menggunakan pelacak lokasi GPS untuk melacak pengguna lain.

Meski pengguna memilih untuk menjadi pengguna anonim, aplikasi ini mampu menunjukkan area lokasi dimana pesan itu terkirim. Akibatnya, setiap penjahat siber bisa mengerti lokasi target yang mereka incar.

Pada 2013 bahkan seorang pria diduga menggunakan aplikasi Whisper untuk melacak seorang gadis di bawah umur kemudian melakukan hal tidak pantas.

Tinder

Tinder merupakan aplikasi kencan online dimana pengguna bisa menemukan seseorang yang cocok dengannya. Aplikasi berbahaya ini juga menggunakan pelacak lokasi untuk menysuri pengguna Tinder lain yang berada di dekatnya.

Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan remaja hingga dewasa. Tinder memungkinkan pengguna untuk melihat foto pengguna lain dan memulai komunikasi bersama mereka yang dinilai cocok.

Beberapa pengguna cenderung menggunakan profil palsu untuk menarik pengguna lain. Bukan tidak mungkin, pengguna tersebut memiliki maksud tersembunyi ketika mengajak untuk bertemu. (lnm).

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini