Teknologi Pembaca Pikiran Bantu Pasien Stroke Pulihkan Daya Gerak Tangan

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 19 56 1847392 teknologi-pembaca-pikiran-bantu-pasien-stroke-pulihkan-daya-gerak-tangan-5u4MrC3Uhw.jpg (Foto: Businessinsider)

JAKARTA - Perangkat mind-reading atau pembaca pikiran dapat membantu penderita stroke berat, untuk memulihkan kembali daya gerak tangannya. Mesin baru ini mengirimkan sinyal ke kepala pasien sambil menggerakkan tangannya dengan exoskeleton robot, untuk memperkuat sambungan yang hilang antara sel-sel otak.

Terapi saat ini didasarkan pada latihan kekuatan otot melalui sesi rehabilitasi dan fisioterapi khusus. Para peneliti, dari University of Tübingen di Jerman barat daya, mengatakan bahwa perangkat mereka adalah cara baru untuk memperkuat jaringan otak yang rusak selama stroke.

Teknik baru tersebut meminta pasien untuk membayangkan kegiatan membuka dan menutup tangan mereka, tanpa melakukan gerakan apapun. Mesin akan mendeteksi aktivitas listrik di otak dan membuat tangan pasien terbuka dan menutup sebagai respons.

Para ahli juga menggunakan getaran magnetik untuk merangsang bagian otak yang terkait dengan gerakan tangan selama perawatan. Para peneliti mengatakan, perawatan tersebut meningkatkan jumlah koneksi atau 'jalur' antara otak dan sumsum tulang belakang.

Baca juga: Ahli Saraf Temukan Helm Pembaca Pikiran Manusia

"Kombinasi intervensi ini memperkuat jalur dari otak ke tangan yang sebelumnya tidak aktif,” kata peneliti utama, Profesor Alireza Gharabaghi.

Untuk menguji apakah sistem mereka bekerja, tim peneliti mengevaluasi 27 peserta, yang tidak menderita stroke untuk menggunakan perangkat tersebut. Kekuatan koneksi otak yang terkait dengan gerakan tangan diukur saat sebelum dan sesudah eksperimen, melalui perubahan di getaran listrik otot.

Baca juga: Mampu Sembuhkan Luka, Peneliti Manfaatkan Teknologi Nanochip Terbaru

Tim menemukan bahwa kekuatan getaran yang dikirim dari otak ke tangan meningkat setelah melakukan terapi. Para peneliti menunjukkan, menstimulasi area tangan pada korteks motorik di saat yang bersamaan, perangkat robot akan meningkatkan kekuatan sinyal saraf.

"Menyampaikan stimulasi otak dan umpan balik motorik robot, secara bersamaan selama rehabilitasi, dapat bermanfaat bagi pasien yang kehilangan kontrol otot,” tulis para peneliti, dikutip dari Daily Mail, Selasa (16/1/2018).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini