Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Go-Jek Makin Diincar Investor Mancanegara, Kominfo: Uang Tak Mengenal Negara

Lely Maulida, Jurnalis · Minggu 21 Januari 2018 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 20 207 1847908 go-jek-makin-diincar-investor-mancanegara-kominfo-uang-tak-mengenal-negara-wToGwhgEZB.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Go-Jek dilaporkan telah mendapatkan suntikkan dana dari perusahaan teknologi ternama. Tak tanggung-tanggung, Google disebut menjadi salah satu investor Google saat ini, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Tak hanya Google, beberapa perusahaan China Dianping-Meituan dan investor Singapura Temasek juga masuk dalam jajaran investor Go-Jek saat ini.

Beberapa investor Go-Jek lainnya seperti KKR & Co LP dan Warburg Pincus LLC juga turut berpartisipasi dalam putaran penggalangan dana Go-Jek. Sumber yang dikutip Reuters itu menyebutkan penggalangan dana Go-Jek mengumpulkan sekira USD1,2 miliar atau sekira Rp16 triliun.

Munculnya Google menambah rentetan investor Go-Jek yang berasal dari luar negeri. Lantas apakah data pribadi pelanggan tetap terjaga?

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Aplikasi Informatika – Semuel Abrijani Pangerapan menyebut bahwa Go-Jek harus menjaga keamanan data pribadi pengguna meski investornya banyak berasal dari mancanegara.

“Semua termasuk, (Go-Jek) harus mematuhi undang-undang perlindungan data pribadi. Kalau bocor data pribadi, Go-Jek bisa miskin,” kata Semuel Abrijani ditemui di Jakarta.

Terkait Go-Jek yang merupakan startup lokal namun didominasi investor asing, Semuel menerangkan bahwa uang tak mengenal negara.

“Uang itu nggak ada warga negara, nggak ada agama, jadi kapan dimana aja bisa masuk,” ujarnya.

Disisi lain, ia juga menilai kurangnya kesadaran orang Indonesia untuk berinvestasi pada startup lokal. Menurutnya, banyak orang Indonesia masih kurang mengerti startup yang kini banyak berkembang di Indonesia.

“Orang di Indonesia masih kurang ngerti ini startup apa sih, tapi yang disana (luar negeri) itu peluang tuh, mereka berani. Jadi kalau kita hambat (investor luar) juga, orang Indonesia nggak ada yang invest,” tuturnya.

Meksi begitu, Kominfo juga terus melakukan upaya mengajak berbagai pihak di Indonesia untuk memajukan startup lokal. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini