Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mesin Uap Ternyata Muncul 2.000 Tahun Sebelum Revolusi Industri

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 22 56 1848684 mesin-uap-ternyata-muncul-2-000-tahun-sebelum-revolusi-industri-lqISwB7ZGc.jpg Ilustrasi mesin uap (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dianggap sebagai perkembangan terpenting dalam Revolusi Industri, mesin uap memfasilitasi kemajuan besar di bidang pertambangan, manufaktur, pertanian dan transportasi. Meskipun terdapat beberapa tokoh terkemuka abad 18 dan 19 dikreditkan untuk pengembangan mesin uap, sebenarnya sejarah mesin uap hadir 2.000 tahun sebelum Revolusi Industri.

Awal abad pertama Masehi, seorang penemu Yunani bernama Hero of Alexandria, merancang turbin uap aeolipile pertama di dunia. Alat tersebut terdiri dari bola berongga pada sepasang tabung.

Dengan dipanaskan dari bawah, tabung mengangkut uap ke bola, lalu dilepaskan melalui serangkaian tabung. Gerakan uap melalui perangkat ini menyebabkan bola berputar, ini menunjukkan potensi uap sebagai alat penggerak. Mesin tersebut merupakan perangkat pertama yang berfungsi mengubah uap menjadi gerakan putaran.

Mesin uap praktis pertama kali dikembangkan untuk mengatasi masalah banjir dari tambang. Orang-orang Eropa abad ke-17 beralih dari kayu ke batu bara sebagai sumber utama bahan bakar sehingga penggalian tambang diperdalam dan akibatnya sering terjadi banjir setelah menembus sumber air bawah tanah.

Baca juga: Ini Perkembangan Inovasi Termometer Sejak Ratusan Tahun Lalu

Seorang administrator pertambangan Spanyol bernama Jerónimo de Ayanz, dianggap menjadi orang pertama yang memecahkan masalah tambang banjir. Pada 1606, de Ayanz mendaftarkan paten pertama untuk mesin yang menggunakan tenaga uap.

Penemu Spanyol tersebut menggunakan mesin uapnya untuk mengeluarkan air dari tambang perak di Guadalkanal, Seville. Pada 1698, Thomas Savery, seorang insinyur dan penemu, mematenkan sebuah mesin yang dapat secara efektif menarik air dari tambang.

Savery menggunakan prinsip-prinsip dari Denis Papin sehingga fisikawan Prancis itu menemukan pressure cooker atau panci presto. Gagasan Papin sebelumnya tidak pernah digunakan untuk mesin kerja, tapi pada 1705 Savery telah mengubah gagasan tersebut menjadi penemuan yang berguna.

Dengan menggunakan dua ketel uap, Savery merancang sebuah sistem untuk memompa air dari tambang. Namun, ternyata mesinnya hanya mampu menarik air dari kedalaman dangkal.

Baca juga: Smartwatch Pertama di Dunia Telah Ada Sejak 1999, Seperti Apa?

Pada 1711, orang Inggris lainnya, Thomas Newcomen, mengembangkan cara yang lebih baik untuk memompa air dari tambang. Sistemnya menggunakan mesin uap yang didesain ulang untuk memperbaiki kekurangan pada sistem Savery yang menyebabkan banyak ledakan.

Meskipun begitu, mesinnya sangat tidak efisien, membutuhkan aliran air dingin yang konstan untuk mendinginkan silinder uap (bagian dari mesin di mana tekanan uap diubah menjadi gerakan), dan juga sumber energi konstan untuk memanaskan kembali silinder.

Terlepas dari kelemahan tersebut, desain mesin Newcomen menjadi tidak tertandingi selama 50 tahun ke depan. Selain memompa tambang, mesin itu juga digunakan untuk menguras lahan basah, memasok air ke kota-kota, dan bahkan pembangkit listrik dan pabrik.

Pada 1765, James Watt mulai memperbaiki model kecil mesin Newcomen. Watt menyadari bahwa untuk memperbaikinya ia harus menyingkirkan pendinginan dan pemanas silinder uap.

Pada 1776, ia kemudian menjalin kemitraan dengan Matthew Boulton, seorang pabrikan dan insinyur Inggris. Dengan dukungan finansial dari Boulton, Watt mengembangkan mesin uap rotasi satu tangan (dan kemudian, mesin ganda) bersama dengan kondensor terpisah milik Watt.

Mesin Boulton-Watt merupakan mesin pertama yang memungkinkan operator mengendalikan kecepatan mesin dengan sebuah alat yang disebut alat pengatur sentrifugal.

Pengembangan mesin uap oleh Watt, beserta visi Boulton, memberi dampak pemakaian mesin uap di Inggris dengan cepat, lalu Amerika Serikat. Menjelang 1800-an, mesin uap mulai digunakan di banyak pabrik.

Pada 1852, penerbangan pertama sebuah pesawat bertenaga uap berlangsung. Penggunaan mesin uap kemudian merambat pada kereta, kapal, dan lainnya hingga memasuki abad ke-20.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini