nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Johann Wolfgang Ritter von Kempelen, Pencipta Automaton Catur Pertama

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 07:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 22 56 1848717 johann-wolfgang-ritter-von-kempelen-pencipta-automaton-catur-pertama-tzt1mnyBla.jpg Ilustrasi mesin catur (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Johann Wolfgang Ritter von Kempelen merupakan penemu speaking machine dan automaton pemain catur. Ia lahir pada 23 Januari 1734 di Preßburg, Habsburg Empire (sekarang Bratislava, Slovakia).

Kempelen adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia menempuh sekolah dasar di Preßburg. Pada 1850, ia pergi ke Győr untuk pendidikan menengahnya.

Ia memiliki banyak minat yakni fisika, matematika, ilmu pengetahuan alam, arsitektur, sastra, bahkan musik. Kempelen juga fasih dalam 8 bahasa, yakni Jerman-Latin, Hungaria, Prancis, Italia, Slowakia, Inggris, Irlandia (Gaeilge), dan Rumania.

Setelah menempuh perjalanan jauh ke seluruh Italia, pada 1855 Kempelen mengambil bagian dalam komisi kompilasi untuk menerjemahkan Codex Theresianus (buku hukum perdata Maria Theresia) dari bahasa Latin ke bahasa Jerman. Kemudian, ia segera menjadi penasihat pengadilan Hungaria, lalu sekretaris pada 1857.

Pada musim gugur 1769, Wolfgang von Kempelen diundang oleh Permaisuri untuk menghadiri eksperimen magnetik di Wina, oleh ilusionis Prancis François Pelletier. Ia mendatanginya dan mengaku tidak terkesan dengan eksperimen tersebut.

Baca juga: Anders Celsius, Astronom sang Penemu Skala Suhu Celcius

Kempelen mengatakan bahwa ia dapat menemukan sebuah mesin yang jauh lebih hebat dalam waktu setengah tahun. Ia kemudian mulai mengerjakan permainan catur automaton, atau dikenal dengan Robot Orang Turki (Mechanical Turk).

Pada 1770, karya besarnya pertama kali diperlihatkan kepada Permaisuri di Wina. Dalam waktu yang sangat singkat, mesin ini menjadi terkenal di dunia.

Banyak orang berusaha mengetahui rahasia mesin itu. Pada 1785, seseorang menduga ada manusia yang tersembunyi di balik kabinet, dan itu adalah benar.

Akhir 1770-an, Kempelen menciptakan dua mesin uap. Pertama, dibangun di dekat Stubentor di Wina dan digunakan untuk membangun kanal Franz di Hungaria. Mesin tersebut lebih baik dari pada James Watts, tapi ia kekurangan uang untuk mengembangkannya lebih jauh.

Kempelen kemudian berencana membuat dua pompa air untuk Buda. Pada 1788 atau 1789, ia mendapat hak paten dari Kaisar Joseph II selama 12 tahun karena penemuannya mendorong semua jenis pabrik dan mesin.

Baca juga: Jaap Haartsen, sang Insinyur Listrik Penemu Bluetooth

Setelah karyanya di Buda, Kempelen menerima sebuah komando arsitektur lain-merencanakan Kanal Sava-Adria (saluran yang menghubungkan Danube dengan Laut Adriatik), yang tidak pernah terealisasikan. Kemudian, ia mengambil bagian dalam rekonstruksi Kastil Buda.

Pada 25 Oktober 1790, Buda Castle Theatre selesai sesuai dengan rencananya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, orang Hungaria bisa didengar di panggung di teater Hungaria. Selain dunia ilmiahnya, Kempelen juga berkecimpung dalam seni. Ia menulis puisi, epigrams, drama, dan drama musikal.

Pada 1767 buku Das Zauberbuch (the Magic Book), yang mempersembahkan tentang sihir putih dan hitam, dipentaskan di Preßburg. Karya melodramanya, Perseus dan Andromeda, juga dipertunjukkan di Nationaltheater, Wina, pada 1781. Selain itu, ia merupakan anggota kehormatan Akademi Kesenian Wina sejak 1789.

Pada 1798, setelah 43 tahun mengabdi, Kempelen pensiun dengan anuitas 5000 Gulden dan gelar Knight of the Holy Roman Empire.

Pada 6 September 1757, di Wina, Wolfgang Kempelen menikah dengan Francziska Piani. Sayangnya, Francziska meninggal dua bulan kemudian, cacar air, dan dikatakan bahwa Wolfgang menghilang ke bengkel kerjanya selama berbulan-bulan karena kesedihannya, ia mengalihkan perhatiannya dengan belajar pembuatan kayu, jam, dan lusinan keterampilan lainnya.

Pada tahun 1762 Wolfgang Kempelen menikah dengan Anna Maria Gobelius . Tepat sebelum kematian Kempelen pada 26 Maret 1804, Kaisar Franz II membatalkan anuitas tersebut. Penemu yang luar biasa ini, setelah hidup berbuah limpah dalam pengalaman, meninggal dengan sangat terhormat di usia 70, di Alservorstadt dekat Wina.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini