Perjalanan Kevin Systrom, Pendiri Instagram yang Sempat Bekerja di Google

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 23 207 1849233 perjalanan-kevin-systrom-pendiri-instagram-yang-sempat-bekerja-di-google-zF6lQKTI4j.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Instagram tampaknya menjadi aplikasi favorit yang diunduh oleh para generasi milenial saat ini. Munculnya Instagram tidak terlepas dari upaya seorang pria bernama Kevin Systrom.

Kevin Systrom, pria yang lahir pada 30 Desember 1983 ini dilahirkan di Holliston, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia adalah putra dari pasangan Douglas Systrom dan Diane.

Systrom mendapatkan pendidikan SMA di Massachusetts dan mengejar ilmu sains komputer di Stanford University. Ia lulus pada 2006 dan mendapatkan gelar sarjana di bidang Management Science and Engineering.

Perjalanan hidupnya melalui proses malang melintang di dunia startup. Ia pun sempat diterima di Google sebagai manajer pemasaran produk. Di bawah kepemimpinannya, Systrom memiliki tanggung jawab terhadap Gmail, Google Calendar, Docs, dan Spreadsheets.

Merasa cukup berpengalaman di perusahaan raksasa, ia akhirnya ikut bekerja dengan mantan Google yang memiliki startup bernama Nextstop. Di perusahaan ini ia masih menjabat sebagai kepala pemasaran. Namun akhirnya ia pun mulai berpikir untuk bekerja secara mandiri.

Seperti dilansir dari Inc, Kevin seorang lulusan Stanford University yang menghabiskan waktu di akhir pekannya untuk menciptakan aplikasi yang menyertakan lokasi pada foto dan berbagi catatan, yang pada saat itu bernama Burbn.

Tidak sendirian, Kevin juga memiliki partner, Mike Krieger yang sama-sama mengembangkan aplikasi. Mike kabarnya cukup fanatik dari aplikasi Burbn.

Baca juga: Instagram Bakal Tambah Dukungan GIF untuk Stories

Kendati demikian, awalnya mereka tak saling mengenal hingga sebuah event di Stanford University yang mempertemukan keduanya. Pada acara tersebut membahas tentang sukses dan gagalnya perusahaan startup yang pernah ada. Dari situlah mereka mulai bekerjasama.

Systrom mengaku dia sangat mencintai fotografi. Ia juga menuturkan, inspirasi utama dari Instagram adalah guru fotografi ketika ia mengenyam pendidikan di SMA. Saat itu sang guru mengkritik dirinya karena menilai foto hasil jepretan Kevin terlihat terlalu tajam dan kaku.

Baca juga: Instagram Uji Fitur Notifikasi saat Stories Di-Screenshot

Atas ucapan yang disampaikan gurunya, ia terdorong untuk memakai Holga, kamera yang bisa memberikan efek dan warna pada hasil foto. Ia bersemangat terhadap hasil fotografinya. Inilah asal mula ide fitur filter foto pada aplikasi yang diciptakan olehnya.

Transformasi Burbn ke Instagram

Awal perkembangan Burbn menjadi Instagram dimulai saat Systrom pergi berlibur. Namun ketika mengambil momen dengan menggunakan kamera iPhone 4, ia merasa hasilnya kurang memuaskan. Lalu, ia pun terdorong untuk memakai filter foto.

Sekadar informasi, pengembangan Burbn tak lepas dari adanya sokongan dana para investor. Saat itu Systrom dan Mike mendapatkan suntikan dana dari lembaga permodalan Baseline Ventures dan Andreessen Howowitz sebesar USD500.000.

Burbn dikembangkan dengan memiliki beragam fitur seperti berbagi lokasi, perencanaan, unggah foto, perjalanan bersama teman, dan lain-lain. Namun saat hendak dirilis resmi, mereka pikir terlalu banyak fitur yang bakal membuat pengguna bingung.

Akhirnya mereka pun sepakat untuk fokus pada unggahan foto. Burbn kemudian dikembangkan menjadi Instagram, aplikasi berbagi foto dan video, yang kini telah diakuisisi Facebook.

Sebulan setelah peluncuran resmi, pengguna Instagram tembus hingga 1 juta unduhan. Ia mengubah nama Instagram karena lebih mencerminkan fungsi aplikasi yang berasal dari kata instan dan telegram.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini