Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketahui Sejarah Terciptanya Seismograf, Alat Pengukur Gempa Bumi

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 23 56 1849118 ketahui-sejarah-terciptanya-seismograf-alat-pengukur-gempa-bumi-B9mmN8ivYm.jpg (Foto: YouTube)

JAKARTA - Pada saat terjadinya gempa, peneliti bisa menggunakan Seismograf untuk mengukur seberapa besar getaran gempa. Seismograf juga bisa diandalkan untuk menentukan lokasi titik gempa.

Diambil dari berbagai sumber, Seismograf pertama kali ditemukan oleh peneliti asal China di zaman Dinasti Han yang dinamakan Zhang Heng. Wikipedia menerangkan, prototipe alat pendeteksi gempa Bumi ini diperkenalkan tepatnya pada 132 SM.

Dengan alat ini, orang-orang pada masa tersebut mampu menentukan dari mana arah gempa Bumi terjadi. Seiring kemajuan zaman, seismograf atau seismometer ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar.

Pada prinsipnya, seismograf memiliki gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan Bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.

Baca juga: Ilmuwan Bikin Sensor Gempa Bumi dari Jaringan Serat Optik

Setelah muncul seismograf generasi awal, kemudian beberapa abad selanjutnya, seorang ilmuwan Italia membuat seismograf dari merkuri dengan tabung yang berbentuk huruf U. Tidak berselang lama, ilmuwan Inggris membuat seismograf baru yang lebih modern.

Ilmuwan asal Inggris bernama John Milne, yang mendukung terbentuknya stasiun pengamat gempa Bumi (stasiun seismologi). Seismograf modern pertama dikembangkan lagi di Amerika, menjadi seismograf yang digunakan hingga zaman saat ini.

Baca juga: Gempa Bumi Bisa Ubah Air jadi Emas

Seismograf mempunyai instrumen sensitif yang sanggup mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa Bumi. Gelombang seismik yang terdeteksi pada saat gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram.

Bila dahulu seismograf hanya mampu mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer.

Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini