Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Sejarah Terciptanya CD Sejak 1970

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 19:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 25 56 1850287 mengintip-sejarah-terciptanya-cd-sejak-1970-aYOhqs82Dd.jpg (Foto: Livelaw)

JAKARTA - Compact disc (CD) menjadi perangkat penyimpan data yang populer sejak beberapa dekade lalu. Meskipun kini sudah tergantikan dengan DVD atau bahkan Blu-Ray Disc, pengguna pernah merasakan manfaat ketika popularitas CD.

Wikipedia menerangkan, CD merupakan perangkat penyimpan data digital yang dikembangkan oleh Philips dan Sony serta dirilis pada 1982. Format ini awalnya dipakai untuk menyimpan dan memutar audio. Kemudian, perangkat digunakan untuk menyimpan data.

Beberapa format yang dikembangkan bisa menyimpan data untuk satu kali penulisan (CD-R), media yang dapat ditulis ulang (CD-RW), Video Compact Disc (VCD), Super Video Compact Disc (SVCD), Photo CD, PictureCD, CD-i dan Enhanced Music CD.

Perangkat komersial pertama yang tersedia yakni pemutar Audio CD, Sony CDP-101 dirilis pada Oktober 1982 di Jepang.

CD memiliki standar ukuran dengan diameter 120 milimeter dan bisa menyimpan sekira 80 menit audio tanpa kompres atau sekira 700 MB data. Ada pula ukuran Mini CD yang hadir dengan berbagai variasi diameter antara 60-80 milimeter, yang bisa menyimpan 24 menit audio.

Teknologi itu diperkenalkan pada 1982, di mana CD juga pernah dipakai untuk hard drive PC. Kendati demikian, kapasitas penyimpan ketika itu berukuran 10MB.

Baca juga: Teknologi Populer di Era 90-an

Pada 2010, hard drive umumnya menawarkan ruang penyimpanan setara seribu CD, dan harga perangkat CD itu turun drastis ke tingkat komoditas. Pada 2004, penjualan audio CD, CD-ROM dan CD-R di seluruh dunia mencapai sekira 30 miliar cakram. Sementara pada 2007, 200 miliar CD telah terjual di seluruh dunia.

Awal 2000-an CD semakin tergantikan oleh bentuk penyimpanan dan distribusi digital lainnya, dengan jumlah audio CD yang terjual di Amerika Serikat turun drastis 50 persen pada 2010.

Akan tetapi, perangkat CD masih dimanfaatkan, khususnya untuk distribusi industri musik. Pada 2014, pendapatan dari layanan musik digital sama dengan penjualan format fisik untuk pertama kalinya.

Penemu CD

Lahirnya CD ini, tak lepas dari kesuksesan James T. Russell. Kabarnya Russell merupakan penggila musik di masa itu, namun, ia sangat tak puas dengan kualitas musik yang dihasilkan kepingan piring hitam gramofon.

Berangkat dari situlah, pria kelahiran 1931 memilih untuk bereksperimen menggunakan duri kaktus sebagai jarum pembaca piringan hitam namun akhirnya sia-sia.

Baca juga: Sebelum Flashdisk, Ketahui Perkembangan Perangkat Penyimpanan Floppy Disk

Pria yang sejak kecil dikenal dengan jiwa penemunya ini tak patah arang hingga pada akhirnya ia menemukan 'ilham' cara terbaik untuk menghasilkan rekaman suara ialah menggunakan cahaya.

Setelah susah payah memeras otak selama beberapa tahun, ia akhirnya menemukan cara menyimpan data dalam piringan sensitif cahaya. Data itu dimodelkan dalam 'bit' cahaya yang sangat kecil.

Dikutip dari berbagai sumber, sebuah sinar laser akan membaca struktur bit cahaya ini, kemudian komputer akan mengubah data ini ke dalam sinyal elektronik. Dan, pada 1970 merupakan titik awal keberhasilannya membuat CD.

Kemudian, ia pun mematenkan CD hasil temuannya ini. CD berbentuk keping bundar tipis berbahan plastik (polycarbonate) dengan diameter 12 cm. Pada saat produksi, di lapisan plastik itu diberi guratan (track) membentuk spiral dari pusat ke luar dengan ukuran sangat kecil (mikroskopis).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini