nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infokom Elektrindo Bangun Sistem AMR-WILIS

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 18:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 26 207 1850784 infokom-elektrindo-bangun-sistem-amr-wilis-67RrwWZlB3.jpg Ilustrasi meteran listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan Teknologi saat ini sedang merajai dunia di berbagai aspek bisnis. Untuk itu, PT Infokom Elektrindo melalui anak perusahaannya yakni Flash Mobile mengembangkan layanan Infokom ICT Solutions dengan menciptakan sistem Automatic Meter Reading (AMR) yang dinamakan AMR-WILIS.

AMR-WILIS merupakan sistem pembacaan atau pengambilan data-data meter elektronik secara terpusat dan otomatis dari jarak jauh (remote) melalui media komunikasi tertentu (GSM dan GPRS) menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan kemampuan untuk penyimpanan, pengolahan, dan pelaporan data.

Sistem ini dikembangkan sejak tahun 2000 dan mulai digunakan di PLN pada sejak tahun 2003. Sistem AMR-WILIS untuk PLN sudah digunakan di beberapa wilayah atau distribusi PLN di Indonesia dan akan terus dikembangkan.

Business and Development Manager PT Infokom Elektrindo Sadyardjo Suroko mengungkapkan, data yang dihasilkan dari sistem AMR-WILIS memiliki tingkat kevalidan hingga 99,9%.

“Selain untuk membaca meter listrik, AMR-WILIS bisa dikembangkan untuk AMR di meteran air, akuisisi data pemancar broadcast secara terpusat,” jelas Sadyardjo dalam acara rapat pembahasan evaluasi susut dan & P2PL PLN Distribusi Jawa Barat.

Sesuai Kebijakan PLN, Sistem AMR-WILIS digunakan untuk membaca meter listrik pelanggan dengan daya kontrak Besar. Saat ini AMR sudah diterapkan untuk pelanggan tegangan tinggi, menengah dan sebagian pelanggan tegangan rendah.

Berbeda dengan sistem AMR yang lain, AMR-WILIS memiliki kelebihan yaitu dapat membaca meter pelanggan melalui media CSD (Data Over Voice) menggunakan jaringan data TCP/IP (GPRS,3G, HSDPA, FIBER OPTIC, UTP CABLE dll).

“Secara Bersamaan, sistem ini pun sudah dilengkapi dengan Fitur Analisa Data DLPD (Daftar Langganan yang Perlu Diperhatikan) dan menggunakan User Interface berbasis Web sehingga pengguna dapat mengakses dengan mudah dan real time” pungkas Sadyarjdo.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini