nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teleskop Baru NASA Ungkap Potensi Kehidupan di Exoplanet

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 06:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 26 56 1850523 teleskop-baru-nasa-ungkap-potensi-kehidupan-di-exoplanet-YvK8uGRvYY.jpg (Foto: Universe Today)

JAKARTA - Pada 2018, astronot akan menemukan exoplanet pertama dengan indikasi kehidupan di atmosfer, berkat peluncuran teleskop luar angkasa NASA yang baru, Transiting Exoplanet Survey Satellite (Tess). Tess akan memulai survey selama dua tahun terhadap lebih dari 200.000 bintang terdekat dan paling terang.

Tess akan mengamati pengurangan kecerahan bintang yang disebabkan oleh transit suatu planet atau lebih. Untuk mendeteksi ini, terdapat tiga jenis bukti, yakni cahaya yang dipantulkan oleh atmosfer exoplanet, tarikan gravitasi planet pada bintangnya, dan lensa gravitasi, pembengkokan jalur cahaya oleh objek besar, seperti prediksi Einstein.

Lensa gravitasi memungkinkan identifikasi keberadaan exoplanet melalui cahaya dari bintang yang lebih jauh di belakangnya. Kombinasi metode tersebut mengartikan bahwa terdapat peralatan yang sangat canggih untuk mendeteksi exoplanets di berbagai sudut tata surya.

Meskipun begitu, mendeteksi exoplanet hanyalah setengah dari perjalanan menemukan planet yang bisa menopang kehidupan. Peneliti perlu mengetahui apakah atmosfer planet tersebut mengandung molekul oksigen dan gas lain yang menunjukkan potensi kehidupan.

Baca juga: Teleskop Terbesar di Dunia Deteksi Kehidupan Alien

Dengan menggunakan spektroskopi untuk menganalisis komposisi kimia atmosfer, manusia bisa mencari keberadaan oksigen dalam bentuk ozon. Terdapat waktu yang singkat untuk melakukannya, saat planet exoplanet melintas di depan bintang induknya.

Dalam kondisi tersebut, cahaya bintang akan menerobos atmosfernya, menciptakan sinar di sekelilingnya. Jika spektroskopi mengungkapkan adanya oksigen, karbon dioksida, dan air, serta planet tersebut berada di tempat yang dikenal sebagai zona layak huni berarti terdapat kemungkinan tinggi bahwa planet tersebut bisa menopang kehidupan.

Baca juga: Intip Pemandangan Luar Angkasa via Teleskop NASA

Pendeteksian exoplanet pertama yang telah dikonfirmasi, yaitu pada 1992. Sejak saat itu, telah ada 3.639 konfirmasi exoplanet pada 2.729 sistem planet, yang sebagian besar ditemukan oleh teleskop luar angkasa Hubble, Spitzer, dan Kepler.

Pada Mei 2016, Nasa menyatakan bahwa dari 1.284 exoplanet yang ditemukan oleh Kepler sekira 550-nya bisa jadi merupakan planet berbatu, berdasarkan ukurannya. Dari jumlah tersebut, sembilan planet mengorbit bintangnya di zona layak huni. Namun, belum ada exoplanet berbatu, lengkap dengan atmosfer berkandungan oksigen, karbondioksida, dan uap air, yang ditemukan di zona layak huni.

Sudah diketahui bahwa ada banyak planet yang mengorbit bintang jauh, sangat mirip dengan tata surya ini. Sekarang, yang perlu dilakukan adalah memastikan apakah planet-planet tersebut mendukung kehidupan atau tidak, dan mungkin Tess akan segera memecahkannya. Demikian dilansir dari Wired.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini