Fosil Berusia 435 Juta Tahun Bertahan dari Masa Kepunahan Dinosaurus

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 28 Januari 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 26 56 1850536 fosil-berusia-435-juta-tahun-bertahan-dari-masa-kepunahan-dinosaurus-xFg5tSTPcm.jpg (Foto: C.Harding/Ibtimes)

DUBLIN - Sebuah fosil brittle star atau bintang ular berusia 435 juta tahun, yang ditemukan di Irlandia, telah diidentifikasi sebagai spesies baru. Spesies makhluk laut tersebut berkaitan dengan bintang laut modern dan dianggap memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa.

Menurut sebuah penelitian baru oleh tim peneliti internasional, bintang ular pertama kali berevolusi sekira 500 juta tahun yang lalu dan hampir tidak pernah berubah hingga saat ini. Pada 400 juta tahun silam, spesies bintang ular juga selamat dari lautan habitatnya yang lenyap setelah lempeng tektonik Bumi bergeser.

Fosil tersebut ditemukan di Irlandia dan diberi nama Crepidosoma doyleii, setelah Dr. Eamon Doyle menemukannya pada 1980-an.

"Saya senang dengan penghargaan yang diberikan kepada saya oleh ahli paleontologi yang terkemuka dan terhormat secara internasional ini," kata Dr. Doyle dalam sebuah pernyataan.

Menurut Dr. Doyle, bintang ular memiliki kekuatan bertahan yang luar biasa, dan bahkan pernah hidup melalui benua-benua kepunahan massal dinosaurus.

Baca juga: Dinosaurus yang Hidup 126 Juta Tahun Lalu Dianggap Mirip Pokemon

"Daerah terpencil di sebelah barat Irlandia terus menunjukkan beberapa fosil luar biasa yang membawa dampak signifikan pada pemahaman kita tentang sejarah kehidupan. Spesimen baru dan unik, fosil bintang laut dari batuan Silurian Connemara, adalah bukti kunci dalam perburuan kehidupan kuno di lautan yang dulu pernah menutupi Irlandia, sekira 435 juta tahun yang lalu," tutur David Harper, seorang profesor di Universitas Durham dan rekan penulis penelitian.

Baca juga: Fosil Dinosaurus Pertama Kali Ditemukan pada 1677, Seperti Apa?

Harper menyatakan, para peneliti berutang banyak pada upaya Dr.Eamon Doyle yang dengan cermat menyisir pegunungan yang jauh untuk mencari fosil, selama studi PhD-nya di University College Galway (sekarang NUI Galway). Ia melanjutkan, hal tersebut juga mendorong dilakukannya penelitian ulang di banyak daerah yang kurang terkenal dari periode waktu Silurian.

“Daerah terpencil di bagian barat Irlandia seharusnya lebih terkenal lagi!,” kata Harper, dikutip dari International Business Times, Senin (22/1/2018).

Sementara itu, fosil tersebut akan dipajang di Museum Nasional Irlandia. Temuan dari penelitian baru itu telah dipublikasikan di Irish Journal of Earth Sciences.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini