Gerhana Bulan Total 'Pukulan Telak' bagi Teori Bumi Datar

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 07:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 29 56 1851924 gerhana-bulan-total-pukulan-telak-bagi-teori-bumi-datar-RSbnNLPOvL.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Gerhana Bulan Total kabarnya akan terjadi pada 31 Januari 2018. Fenomena tersebut kian membuktikan bahwa Bumi itu bulat dan memukul teori Bumi datar yang beberapa waktu lalu sempat heboh.

"Gerhana bulan disebabkan bayangan Bumi menutupi purnama. Kelengkungan bayangan gelap Bumi di purnama menunjukkan Bumi yang bulat," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin kepada Okezone, Senin (29/1/2018).

Lebih rinci, Thomas Djamaluddin dalam blognya menuliskan bahwa Gerhana Bulan Total sebagai bantahan telak dongeng Bumi Datar. Menurut Thomas, bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung yang mengindikasikan bulatnya Bumi.

"Skematik astronomis menjelaskan kejadian gerhana bulan terjadi akibat bulan memasuki bayangan bumi. Bayangan bumi terjadi karena cahaya matahari terhalang oleh Bumi," tulis Thomas.

 
Baca juga: Jadwal & Tahapan Gerhana Bulan di Indonesia pada 31 Januari 2018

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kejadian gerhana juga bisa diprakirakan dengan baik waktu dan prosesnya. Hal itu didasarkan pada model saintifik sistem Bumi-bulan-matahari.


Baca juga: Mengenal "Supermoon Ekstra" dan Gerhana Bulan Total

"Bulan mengitari Bumi. Bumi bersama bulan mengitari matahari. Cahaya purnama disebabkan oleh pantulan cahaya matahari. Namun pada saat tertentu, bulan memasuki bayangan Bumi ketika matahari-Bumi-bulan dalam posisi segaris. Saat itulah terjadinya gerhana yang bisa kita amati," terangnya.

Menurutnya, para penggemar teori Bumi datar tidak bisa menjelaskan fenomena gerhana bulan secara logis. Waktu kejadian gerhana dan prosesnya tidak bisa mereka jelaskan, karena pandangan tersebut tidak menggunakan sains, walau mereka mengklaim melakukan kegiatan yang mereka sebut “penelitian”.

"Kejadian gerhana bulan adalah pukulan telak yang membantah dongeng Bumi datar," imbuhnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini