Menkominfo: Indonesia Jadi Ujung Tombak Pengembangan Digital di ASEAN

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 15:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 30 54 1852170 menkominfo-indonesia-jadi-ujung-tombak-pengembangan-digital-di-asean-KjWNUx1uue.jpg Sekjen ITU, Houlin Zhou dan Menkominfo Rudiantara (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Kunjungan kerja Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhou ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) disertai dengan General Lecture dihadapan stakeholders bidang TIK di Tanah Air pada hari ini atau 30 Januari 2018.

Houlin Zhou mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun, TIK memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan sosial. Ia juga melihat bahwa di Indonesia terdapat upaya memperluas aksesibilitas informasi, yakni dengan proyek seperti Palapa Ring dan lain-lain.

Indonesia dinilai telah berhasil membangun jaringan teknologi informasi melalui proyek Palapa Ring serta Satelit yang bisa menghubungkan antarpulau. "Indonesia memiliki prestasi yang luar biasa. Ini adalah pengetahuan yang baik yang perlu kita dapatkan," kata Houlin Zhou di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya membutuhkan Indonesia untuk lebih aktif dalam forum Internasional agar Indonesia dapat berkontribusi dalam diskusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Baca juga: Kominfo Tutup 73 Aplikasi & 169 Situs Berkonten LGBT, Blued Salah Satunya

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi ujung tombak pengembangan digital. "Indonesia ini akan menjadi (spare head) ujung tombak pengembangan digital di Asean itu yang pertama. Kedua, jangan lupa, kita punya 4 unicorn dari 7 unicorn di Asean, dan 1 unicorn yg non-Indonesia itu marketnya ada di Indonesia. Jadi mereka melihat ini akan terus tumbuh," jelas Rudiantara.

Menteri yang akrab disapa Chief RA ini mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan. "Kita negara kepulauan paling besar di dunia. Jadi dengan memastikan bahwa aksesibilitas untuk broadband itu dari program Palapa Ring dan nanti yang satelit, yang high througput satellite itu solusi buat negara seperti kita," terang Rudiantara.

Baca juga: Kominfo Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Masuk Prolegnas 2018

Melihat keberhasilan Indonesia membangun jaringan atau TIK di Tanah Air, sehingga menjadikan Indonesia tersohor di mata global. "Ini sebenernya yang ingin dicontek oleh ITU kepada negara lain ialah affirmative policy, kebijakan keberpihakan pemerintah melalui USO yang tidak hadir di negara lain, tapi di Indonesia ini kelihatan sekali," tuturnya.

Kabarnya, terdapat 3,5 miliar penduduk di dunia yang belum tersentuh aksesibilitas atau pemanfaatan TIK, sehingga Indonesia bisa menjadi contoh melalui USO terkait penyelesaian masalah aksesibilitas tersebut.

"Menurut mereka ini unik Indonesia, ini bisa di-adopt. Ini bergantung pada affirmative policy," tambah Rudiantara.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini