nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerhana Bulan Total 2018, Pengunjung Antre Pakai Teleskop di Planetarium TIM

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 21:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 31 56 1852906 gerhana-bulan-total-2018-pengunjung-antre-pakai-teleskop-di-planetarium-tim-s23iPQXMhA.jpg (Foto: Azizah Fitria Nur Chandani/Okezone)

JAKARTA – Hari ini atau 31 Januari 2018 ialah hari yang cukup ditunggu-tunggu oleh masyarakat dunia, salah satunya adalah Indonesia. Tepat hari ini sekira pukul 18.30 WIB masyarakat Indonesia mulai dapat melihat fenomena langka di langit dengan mata telanjang.

Fenomena ini merupakan Super Blue Blood Moon, di mana matahari, bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus. Kabarnya, momen ini terjadi setelah 156 tahun lalu lamanya.

Hal ini membuat bulan jauh lebih terang dari biasanya. Masyarakat Indonesia pun sangat antusias dengan momen ini. Terutama bagi para pecinta fotografi.

Super Blue Blood Moon dapat disaksikan di beberapa tempat tertentu, salah satunya adalah Planetarium Taman Ismail Marzuki. Planetarium Taman Ismail Marzuki menyediakan kurang lebih 15 teleskop yang dapat digunakan masyarakat untuk melihat fenomena tersebut.

 

Masyarakat dapat mendaftar terlebih dahulu dan akan mendapatkan cap di punggung tangan. Namun, bagi masyarakat Indonesia yang tidak mendaftarpun tidak menjadi masalah. Mereka masih bisa masuk tanpa harus mendaftar, menurut Widya Sumitar yang merupakan salah satu staf pertujukan dari planetrium.

Mendaftar ke salah satu link yang disebarkan merupakan salah satu cara untuk melihat atau mengukur seberapa banyak masyarakat yang berminat untuk datang ke acara tersebut. Nyatanya sudah 7.000 orang mendaftar untuk melihat momen tersebut. Mayoritas peminat yang datang adalah anak SMP sampai dewasa.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Tak Bisa Dilihat di Beberapa Wilayah Indonesia

Dari banyaknya masyarakat yang datang dan sedikitnya teleskop yang disediakan, rupanya panitia telah memberikan estimasi waktu 5-15 detik setiap orangnya. Security dan petugas dari planetarium pun berjaga di masing-masing teleskop untuk membuat masyarakat lebih tertib.

Untuk para masyarakat yang ingin mengabadikan momen ini menggunakan kamera smartphone, panitia telah menyediakan satu teleskop khusus untuk mereka yang ingin memotret momen tersebut dari teleskop. Namun, kebanyakan dari mereka membawa kamera dan lensa tele sendiri, sehingga lebih bebas memotret momen tersebut tanpa harus mengantre.

 

Menurut panitia acara, masyarakat sudah mulai berkumpul sejak pukul 16.30 WIB. Puncaknya masyarakat berdatangan sekira pukul 18.30 WIB setelah maghrib. Selagi menunggu momen tersebut, panitia telah menyediakan permainan ular tangga untuk anak-anak, selain itu terdapat 36 arkeolog yang nantinya akan memberikan informasi mengenai Super Blue Blood Moon. Jadi, tidak hanya melihat Super Blue Blood Moon saja, tetapi pengunjung juga mendapatkan ilmu mengenai astronomi.

Baca juga: Fenomena Super Blue Blood Moon Akan Terjadi Lagi pada 2028 & 2037

Sebenarnya Super Blue Blood Moon sudah dapat dilihat sejak pukul 17. 51 WIB yaitu gerhana penumbra atau gerhana yang terlihat samar. Lalu, sekira pukul 19.00 WIB masuk gerhana sebagian dan puncaknya adalah pukul 20.00 WIB baru masuk gerhana bulan total.

Antusias dan tertibnya masyarakat membuat panitia Planetarium tidak begitu kesulitan dalam menangani acara tersebut. Masyarakat pun bersedia mengantre walaupun antrean cukup panjang. Cuaca yang cukup baik membuat masyarakat bersyukur karena tidak terhalang oleh mendung atau hujan.

Selain itu panitia Planetarium juga mengimbau masyarakat untuk ikut salat gerhana bulan yang akan dilakukan setelah salat Isya. Salat dilaksanakan di masjid sekitar Planetarium. Kemungkinan besar gerhana akan selesai pukul 22.00 WIB selebihnya hanya gerhana sebagian.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini