Perhatikan Ini saat Memotret Gerhana Bulan Total dengan Kamera Smartphone & DSLR

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 15:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 92 1852683 perhatikan-ini-saat-memotret-gerhana-bulan-total-dengan-kamera-smartphone-dslr-Ql4cvnKxR3.jpg (Foto: Quartz)

JAKARTA – Pada 31 Januari 2018 ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan fenomena menarik di langit malam. Gerhana bulan total kali ini bertepatan dengan Super Blue Blood Moon, di mana jarak bulan lebih dekat dengan Bumi.

Sehingga bulan akan terlihat lebih besar dan terang. Fenomena ini dapat disaksikan dengan kondisi langit malam yang baik tanpa hujan.

Apabila hujan kemungkinan akan menyulitkan masyarakat juga untuk melihatnya. Tak hanya di Indonesia, belahan dunia lain juga dihebohkan dengan peristiwa ini di antarnya adalah Amerika Utara, Samudra Pasifik, Siberia Timur, dan Asia.

Fenomena langka ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi para pecinta fotografi. Tak hanya menggunakan kamera DSLR, menggunakan kamera smartphone juga bisa menghasilkan gambar yang bagus saat mengabadikan Super Blue Blood Moon ini.

Berikut ini beberapa saran atau cara untuk mengabadikan gambar gerhana bulan yang lebih baik menggunakan kamera, seperti dilansir Techradar, Rabu (31/1/2018).

Menggunakan Kamera Smartphone

Buat yang tidak memiliki kamera DSLR tetapi ingin mengabadikan momen langka ini jangan khawatir. Dengan menggunakan kamera smartphone yang dimiliki juga bisa menghasilkan gambar yang berkualitas.

Baca juga: Jadwal & Tahapan Gerhana Bulan di Indonesia pada 31 Januari 2018

Kamera smartphone kini sudah dilengkapi dengan mode manual, di mana pengguna bisa mengatur ISO, EV, AWB, dan lain sebagainya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera di mata teleskop dan jangan memperbesar gambar agar hasil gambar tidak terlihat kasar.

Setelah itu jangan lupa untuk menonaktifkan flash atau lampu kilat. Setelah disesuaikan semuanya kita memfokuskan gambar dengan kunci fokus dan eksposur. Setelah itu bisa langsung diabadikan.

Cara lainnya memposisikan diri di tempat yang lebih tinggi dan memungkinkan gerhana bulan dapat terlihat. Setelah itu bisa mengatur letak objek pada kamera smartphone sesuai yang diinginkan.

Baca juga: Berapa Durasi Waktu Gerhana Bulan Total Nanti Malam?

Untuk menggunakan kamera smartphone pengguna juga bisa menggunakan tripod besar atau kecil agar gambar yang diambil tidak goyang. Menggunakan timer juga dapat menghindari hasil foto yang goyang. Tentunyan jangan lupa membersihkan lensa kamera.

Menggunakan Kamera DSLR

Kamera DSLR adalah kamera yang sudah tidak asing lagi bagi para fotografer. Alasannya tak lain adalah kamera DSLR dapat di-setting sesuai objek seperti apa yang akan diambil.

Pada saat gerhana bulan total walaupun bulan terlihat lebih besar dari biasanya, namun apabila dilihat dengan mata langsung akan terlihat kecil. Maka membutuhkan alat untuk memperbesar yang tak lain adalah menggunakan lensa tele.

Cara lainnya adalah kamera DSLR bisa diletakkan di teleskop. Kamera DSLR apa saja dapat digunakan, bahkan seperti Nikon D3400 atau Canon EOS Rebel T7i dan Canon EOS 800D.

Pada dasarnya gerhana bulan total tidak mudah diabadikan. Bulan merupakan target yang sangat cepat bergerak, maka membutuhkan kecepatan rana yang tinggi.

Dengan kamera DSLR, pengguna memiliki waktu dan kesempatan untuk mencoba berbagai variasi pengaturan untuk mengambil gambar tersebut dengan baik.

Akan tetapi, selama gerhana parsial bulan akan terlihat setengah redup dan setengah terang. Jadi saat bulan meredup dalam kecerahan, bisa dicoba dengan meningkatkan ISO. ISO 200 dapat digunakan selama fase gerhana parsial dan ISO 800 dapat digunakan selama fase gerhana total.

Jika ingin mendapatkan detail bagian bulan yang gelap, shutter speed bisa diperlambat dan ISO lebih tinggi agar bagian gelap dapat terlihat terang.

Selain itu, fokus merupakan hal penting agar hasil yang diambil terlihat lebih tajam. Dengan bulan yang terlihat terang memudahkan kita untuk mengambil gambar, namun saat bulan terlihat meredup sedikit sulit diabadikan.

Untuk mendapatkan fokus yang baik, bisa menggunakan fokus manual. Jangan lupa menggunakan tripod dan cable release atau remote supaya kita tidak perlu menyentuh tombol shutter yang mengakibatkan goyangnya kamera.

Nah, itu dia beberapa saran atau cara yang baik untuk mengabadikan fenomena gerhana bulan total. Jangan lupa untuk mengambil setiap momen dari Super Blue Blood Moon. Selamat mencoba!.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini