Bulan Menjauh 3 Sentimeter Setiap Tahun dari Bumi, Pertanda Apa?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 01 56 1852975 bulan-menjauh-3-sentimeter-setiap-tahun-dari-bumi-pertanda-apa-pHE09ozgw2.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bulan rupanya menjauh dengan jarak 3 sentimeter setiap tahun dari Bumi. Menjauhnya bulan terhadap Bumi ini pada suatu saat akan membawa bulan masuk pada area yang terdampak oleh medan gravitasi matahari.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan, penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa bulan terus-menerus menjauh dari Bumi.

Terkait sebab menjauhnya bulan dari Bumi, para pakar menerangkan bahwa kecepatan putaran Bumi pada porosnya mulai berkurang sedikit demi sedikit disebabkan oleh angin dan fenomena pasang-surut air laut.

Hal ini menyebabkan bertambahnya rata-rata kecepatan rotasi bulan pada porosnya sehingga mendorong bulan untuk menjauh dari Bumi. Gerakan menjauh tersebut bisa membuat bulan semakin dekat dengan matahari.

Hal ini akan menyebabkan bulan meledak di permukaan matahari. Fenomena ini benar-benar selaras dengan ayat Alquran yang menyatakan, "Dan matahari dan bulan dikumpulkan," Surah Al Qiyamah Ayat 9.

Baca juga: Bulan sebagai Satelit Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains

Menarik untuk diketahui bahwa bulan akan berakhir pada masanya. Ternyata Alquran dan sains telah menjelaskan mengenai hal ini.

Dalam buku 'Sains dalam Alquran' menyebut mulai dari Surah Al Qiyamah Ayat 7. "Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan," Surah Al-Qiyamah Ayat 7-9.

Adapun kalimat ‘wa khasaf al-qamar’ pada ayat di atas berarti bahwa bulan kehilangan cahayanya. Perlu diperhatikan bahwa pada ayat di atas, pernyataan ‘bulan kehilangan cahayanya’ diungkapkan sebelum pernyataan lalu matahari dan bulan dikumpulkan’.

Hal tersebut menunjukkan bahwa hilangnya cahaya bulan terjadi sebelum dikumpulkannya bulan dengan matahari.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 2018, Pengunjung Antre Pakai Teleskop di Planetarium TIM

Para pakar mengatakan bahwa ketika bulan menjauhi bumi, pantulan cahaya matahari di bulan akan melemah secara perlahan-lahan hingga benar-benar sirna. Inilah arti dari hilangnya cahaya Bulan.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu," Surah Ar-Ra’d Ayat 2.

Gerhana Bulan

Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, selama gerhana matahari, energi matahari yang mencapai Bumi menurun dan karenanya suhu Bumi menurun. Sedangkan ketika gerhana bulan, energi matahari yang mencapai Bumi meningkat.

Hal ini menyebabkan suhu Bumi relatif meningkat selama beberapa menit. Karena fenomena ini, Bumi menghadapi bahaya ekstrem dan hanya Allah yang mengetahui seberapa besar kadar kedahsyatan bahaya tersebut.

Nabi Muhammad meminta umat Islam berdoa kepada Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga meminta umat beliau untuk melaksanakan salat dan bersedekah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah” (HR. Bukhari no. 1043). Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah” (HR. Bukhari no. 1044).

Manusia hanya mampu bertanya-tanya bagaimana Rasulullah mencapai pemahaman akan fakta-fakta sains yang sedemikian akurat lebih dari 1.400 tahun lalu di masa ketika orang-orang baru percaya pada takhayul dan mitos.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini