Sejarah Penemuan Teleskop Pertama Kali dengan Dua Lensa

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 01 56 1853403 sejarah-penemuan-teleskop-pertama-kali-dengan-dua-lensa-mteVvEOeKw.jpg (Foto: Firstpost)

JAKARTA - Teleskop pertama kali diciptakan dengan dua lensa di dalam tabung yang terbuat dari kayu. Teleskop pertama ini dibuat oleh Hans Lippershey pada 1608 dan diberi nama ”The Dutch Perspective Glass“.

Teropong bintang yang diciptakan ini kabarnya hanya mampu melakukan tiga kali pembesaran. Teleskop karya Lippershey sekaligus mengonfirmasi bahwa ia sebagai penemu teleskop pertama, namun penyempurnaan dilakukan oleh Galileo Galilei.

Galileo Galilei mengembangkan suatu alat yang lebih baik dari teleskop Lippershey. Lippershey diyakini sebagai orang pertama yang mendapat hak paten untuk desainnya serta digunakan secara umum sejak ratusan tahun lalu.

Akan tetapi, pada kenyataanya ia gagal menerima suatu hak paten untuk alat ciptaannya tersebut. Sementara pada 1609, Galileo Galilei mengetahui "Dutch perspective glasses", lalu ia merancang alat ciptaannya sendiri.

Galileo Galilei kemudian memperlihatkan alat buatannya itu di Venetian Senate.

Wikipedia menerangkan, teleskop atau teropong adalah sebuah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati.

Baca juga: Teleskop Baru NASA Ungkap Potensi Kehidupan di Exoplanet

Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop (biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah transit, monokular, binokular, lensa kamera, atau keker. Teleskop memperbesar ukuran sudut benda, dan juga kecerahannya.

Secara garis besar, teropong dibagi ke dalam dua kategori besar. Pertama ialah teropong bias, yaitu jenis teropong yang tersusun dari beberapa lensa dan jenis kedua merupakan teropong pantul, yaitu jenis teropong yang disusun dari beberapa cermin serta lensa.

Baca juga: 2018, Tepi Lubang Hitam Terlihat via Teleskop Luar Angkasa

Untuk teropong bias, perangkat ini memiliki beberapa macam jenisnya seperti teropong bintang atau teropong astonomi, teropong bumi, teropong panggung dan teropong prima atau binokuler.

Khusus teropong bintang, alat ini digunakan untuk melihat benda-benda yang berada di luar angkasa. Sementara teropong yang ditemukan oleh Galileo disebut dengan teropong panggung.

Teropong panggung dikenal dengan sebutan teropong Belanda, di mana alat itu memberikan bayangan akhir yang tegak serta memperbesar objek. Teropong tersebut memanfaatkan dua buah lensa, yaitu lensa positif yang berfungsi sebagai lensa objektif serta lensa negatif yang menjadi lensa okuler.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini