Tanpa Disadari Manusia, Alam Semesta Mengalami Perluasan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 01 56 1853507 tanpa-disadari-manusia-alam-semesta-mengalami-perluasan-ElN0rvwguQ.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tanpa disadari oleh manusia, ternyata alam semesta mengalami perluasan. Hal ini diketahui melalui penelitian yang dilakukan ilmuwan.

Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble pada 1925 mengungkap hasil pengamatan. Ia menemukan bahwa semua galaksi akan saling menjauh antara satu dengan yang lain.

Hal ini mengindikasikan bahwa alam semesta terus berkembang. Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk dijelaskan bahwa perkembangan alam semesta merupakan fakta ilmiah.

Astronom Belgia, Lemaitre menjelaskan bahwa alam semesta memiliki awal permulaan dan bisa mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang menjadi pemicunya. Dalam Alquran, fenomena ini disebutkan dalam salah satu ayat.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (meluaskan)," Surah Az-Zariyat Ayat 47.

Tidak hanya astronom Belgia, pada 1922, seorang ahli Fisika Rusia, Alexandra Friedman juga memaparkan penemuannya. Ia mengungkap bahwa struktur alam semesta ini tidaklah statis, dan bahwa impuls kecil pun bisa memengaruhi berkembang atau mengerutnya struktur keseluruhan alam semesta menurut teori Relativitas Einstein.

Baca juga: Bulan Menjauh 3 Sentimeter Setiap Tahun dari Bumi, Pertanda Apa?

Seperti yang diungkap Harun Yahya bahwa Edwin Hubble telah membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi, yaitu saat ia mengamati antariksa menggunakan teleskop raksasanya.

Ia menemukan fakta bahwa cahaya sejumlah bintang bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan pergeseran itu sangat berkaitan dengan jarak antara bintang-bintang tersebut dengan Bumi.

Penemuan ini mematahkan teori yang sebelumnya telah ada tentang ukuran tata surya yang statis. Harun Yahya juga mengungkapkan bahwa dalam aturan Fisika, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi, warnanya cenderung ke arah ungu.

Baca juga: Matahari yang Bersinar Suatu Hari Akan Padam, Benarkah?

Sedangkan spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung merah. Menurut penelitian Edwin Hubble, spektrum berkas cahaya cenderung ke arah merah, yang berarti benda-benda luar angkasa menjauh dari Bumi.

Dalam penemuannya itu, Edwin Hubble juga mengungkapkan bahwa benda-benda luar angkasa tidak hanya menjauh dari Bumi saja, melainkan juga saling menjauhi antara benda yang satu dengan yang lainnya.

Dari penelitiannya ini disimpulkan bahwa sesuatu yang saling menjauh berarti alam semesta ini mengembang. Dalam Alquran, tidak hanya satu ayat yang mengungkap mengenai perluasan alam semesta.

Sebelum dilakukannya penelitian modern dengan teknologi canggih, Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah menjelaskan terkait fenomena ini.

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?," Surah Al-Anbiya Ayat 30.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini