Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apple Hapus Telegram dari App Store iPhone, Kenapa?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 11:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 02 207 1853668 apple-hapus-telegram-dari-app-store-iphone-kenapa-wlWEx2h7fn.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pendiri dan CEO Telegram - Pavel Durov menyatakan bahwa Apple telah menghapus aplikasinya dari App Store di iOS. Pavel Durov  berkata, aplikasi besutanya dinilai melanggar pedoman Apple.

“Kami diperingatkan oleh Apple bahwa konten dan aplikasi yang tidak sesuai, tak tersedia bagi pengguna dan ditarik dari App Store. Begitu kami memiliki perlindungan, kami berharap aplikasi bisa kembali ke App Store,” kata Durov via Twitter.

Baca: Telegram Bikin Uang Digital Saingi Bitcoin untuk Transaksi Sehari-hari?

Tak jelas kapan Durov bisa berupaya mengembalikan Telegram ke App Store di iOS. Hal ini mulanya terungkap setelah pengguna mengajukan pertanyaan terkait hilangnya Telegram dari App Store di Amerika Serikat (AS).

Meski begitu, Telegram masih bisa diakses melalui Google Play. Aplikasi asal Rusia tersebut juga bisa diunduh ke komputer melalui App Store versi Mac.

Apple juga telah mengonfirmasi penghapusan Telegram di iOS. Namun raksasa teknologi tersebut tak mengungkap alasan dibalik keputusannya itu.

Secara umum, pedoman Apple menunjukkan bahwa “aplikasi tidak boleh menyertakan konten yang menyinggung, sensitif, dan menyinggung orang lain,”. Aplikasi juga tidak diizinkan menyebabkan amarah atau kerusakan fisik.

Telegram sendiri belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait penarikan aplikasinya di App Store versi iOS.

Ini memang bukan kali pertama Telegram menghadapi penarikan aplikasi. Sebelumnya beberapa negara bahkan memblokir aplikasi pesan instan itu seperti di Indonesia dan Iran.

Baca juga: Telegram Blokir Channel yang Langgar Hak Cipta

Telegram menggunakan enkripsi end-to-end sehingga dinilai aman untuk berkomunikasi. Aplikasi ini juga dinilai kerap dimanfaatkan oleh para teroris sehingga beberapa negara tak melegalkannya.

Beruntung Durov bersedia mematuhi aturan yang berlaku sehingga Telegram kembali dapat di operasikan di Indonesia. Demikian seperti dilansir USA Today, Jumat (2/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini