Benarkah Radiasi Ponsel Bisa Picu Kanker?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 16:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 03 56 1854352 benarkah-radiasi-ponsel-bisa-picu-kanker-5Z7uCGRBH2.jpg Ilustrasi smartphone (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dua studi pemerintahan membombardir tikus dengan menggunakan radiasi dari ponsel dan menemukan adanya kelemahan yang menyebabkan tumor jantung, namun ilmuwan mengatakan jangan terlalu khawatir karena perangkat yang dimiliki masih aman untuk manusia. Meski demikian, ilmuwan masih melakukan penelitian.

Sebelumnya penelitian terhadap pengguna ponsel tidak banyak mendapat perhatian. Dengan penelitian ini ternyata ilmuwan melihat efek dan dosis yang cukup tinggi mempengaruhi hewan walaupun belum dapat diuji pada manusia.

Penelitian mengenai tikus yang dirilis pada hari Jumat dan menemukan adanya jenis tumor jantung yang tidak biasa pada tikus jantan, namun tidak ada masalah pada tikus betina dalam penelitian yang dilakukan terpisah terhadap tikus. Secara khusus, ilmuwan tidak dapat menemukan bukti lain mengenai kekhawatiran tentang tumor otak.

Seorang penulis dari penelitian ini John Bucher dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan mengaku, tidak mengubah cara penggunaan ponsel atau menasihati keluarganya. Bahkan Dr. Otis Brawley, petugas medis American Cancer Society, memegang ponsel sampai ke telinganya.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Pengaruhi Siklus Tidur Manusia

Laporan ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran, namun kenyataannnya mereka tidak mengubah kebiasaan apa yang ia katakan terhadap orang-orang. Sejauh ini, ilmuwan belum melihat risiko kanker yang lebih tinggi karena lemahnya hubungan antara kanker dan ponsel. Apabila khawatir dengan penelitian ini, disarankan memakai earphone.

Agensi dari Bucher melakukan penelitian senilai USD25 juta atas perintah lebaga Food and Drug Administration (FDA) yang dengan jelas mengatakan bahwa ponsel aman. Bahkan kepala kesehatan radiasi FDA Dr. Jeffrey Shuren mengatakan, pengguna ponsel sebagian besar adalah orang dewasa dan ia belum melihat adanya peningkatan kejadian seperti tumor otak. Jeffrer percaya bahwa batas keamanan ponsel masih bisa melindungi kesehatan pengguna.

Dalam penelitian, tikus dibombardir selama sembilan jam per hari selama 2 tahun dengan level radiasi yang sangat tinggi. Hal yang membuat bingung adalah saat tikus hidup lebih lama saat dipancarkan radiasi dibandingkan tikus yang tidak dipancarkan radiasi. Menurut Bucher hal ini mungkin hanya kebetulan atau bisa saja radiasi menurunkan risiko penyakit pada tikus.

Program toksikologi merilis hasil saat dua tahun lalu dan menyelesaikannya pada hari Jumat. Sebelumnya menunjukkan seikit peningkatan tumor otak pada tikus jantan, namun hasil akhirnya tidak menimbulkan hal tersebut.

Baca juga: Peter Henlein Penemu Jam Tangan Lawas Sejak 1510

Studi mengenai tikus ini baru menemukan hal apa yang disebut “bukti samar-samar” untuk kerusakan DNA, tumor otak, dan beberapa kanker lainnya. Namun, itu semua tidak jelas apakah itu terkait dengan ponsel. Bukti kerusakan DNA terlihat dari beberapa jaringan pada hewan, tapi hal tersebut tidak bisa dianggap sebagai bukti biologis yang signifikan.

Hasilnya, temuan ini gagal meyakinkan para kritikus mengenai radiasi ponsel yang selama ini ada, seperti David Carpenter, kepala kesehatan lingkngan di University of New York di Albany. Carpenter juga mengatakan bahwa penelitian ini tidak cukup unutk menemukan beberapa masalah langka dan mengklaim semua masalah secara samar-samar tentang tumor otak.

Seperti yang dilansir dari CBSnew, pada tahun 2011 sebuah organisasi dari International Agensy for Research on Cncer mengatakan bahwa ponsel bersifat karsinogenik. Lalu diantara penelitian yang terjadi tahun 2010 di 13 negara menemukan hal yang tidak meyakinkan. Sebuah penelitian di Denmark pun tidak menemukan risiko penggunaan ponsel lebih dari 13 tahun yang menyebabkan kanker.

Akhirnya pada bulan Desember, Negara bagian di California mnegurangi paparan dari frekuansi radio di ponsel dengan menggunakan earphone.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini