Kuis Trivia 17 Live Efektif Lawan Stigma Negatif Layanan Live Streaming

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 05 207 1855049 kuis-trivia-17-live-efektif-lawan-stigma-negatif-layanan-live-streaming-PrQvQCrlUI.jpg Direktur PT 17 Live Indonesia, Andryan Gouw (Foto: Lely M/okezone)

JAKARTA - Layanan live streaming kerap dikaitkan dengan konten negatif oleh masyarakat di Indonesia. Menyadari hal tersebut, 17 Live berupaya untuk menyajikan konten positif dengan selalu memonitor pada host yang tampil dalam aplikasi.

17 Live sendiri memiliki sekira 40 orang yang tersebar di beberapa negara untuk memantau setiap konten baik di Indonesia dan mancanegara. Hal tersebut ditempuh demi menjaga kualitas konten yang positif dalam aplikasi 17 Live.

Tak hanya layanan streaming, 17 Live kini juga menghadirkan kuis trivia bertajuk 17Q yang ditayangkan setiap hari. Rupanya, konsep kuis tersebut diminati oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan berkat kuis tersebut, 17 Live juga meraup peningkatan pengujung hingga 600%.

Baca juga: Berkat Kuis Trivia 17Q, 17 Live Raup Peningkatan Pengguna 600%

Tak hanya itu, kuis trivia 17Q juga membantu menghilangkan stigma negatif yang melekat di layanan live streaming.

"Dengan hadirnya trivia membantu menghilangkan stigma negatif di layanan live streaming di Indonesia. Terutama dangan adanya trivia banyak yang tadinya cuma aware 17 Live tapi sekarang menjadi user dan mengajak temannya, istrinya, anaknya," terang Andryan Gouw, Direktur PT 17 Media Indonesia di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Andryan menilai, hadirnya kuis tersebut menjembatani pengguna untuk memastikan bahwa layanan live streaming 17 Live merupakan aplikasi yang aman dari konten negatif.

Baca juga: Mantap! 17 Live Dukung #internetsehat di SiBerkreasi Netizen Fair 2017

"Ini memberikan kendaraan untuk mencoba 17 live dan melihat bahwa di dalamnya itu safe. Ini juga online dengan apa yang kita cita-citakan di Indonesia untuk menciptakan konten positif," ujar Andryan.

17 Live sendiri beroperasi tak hanya di Indonesia namun juga di Taiwan, Jepang, Hongkong, Malaysia dan Singapura. Dijelaskan Andryan, Indonesia menjadi pengguna terbanyak ketiga setelah Jepang.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini