Mengintip Sejarah Obscura, Kamera Pertama di Dunia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 05 56 1854965 mengintip-sejarah-obscura-kamera-pertama-di-dunia-QipEasPlqA.jpg (Foto: Essentialvermeer)

JAKARTA - Kamera obscura dari bahasa Latin berarti ruangan gelap (dark room) yang juga dikenal dengan sebutan kamera lubang jarum. Kamera tersebut menampilkan fenomena optik yang membuat objek foto tampak menjadi terbalik.

Lingkungan gambar yang diproyeksikan harus relatif gelap, sehingga gambar menjadi jelas. Banyak eksperimen kamera obscura yang dilakukan di ruangan gelap.

Diambil dari berbagai sumber, kamera obscura pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan muslim bernama Ibn al-Haytham atau Alhazen pada 965-1039 M. Sejarah mencatatkan pada buku berjudul Book of Optics (1015-1021). Kendati demikian, disebutkan pula bahwa sistem kerja cahaya pada kamera ini telah ada sejak 40-390 SM, yang ditemukan oleh filsuf Tiongkok, Mozi.

Dilihat dari sejarahnya, kamera obscura merupakan kamera pertama di dunia. Kamera tersebut berbentuk seperti kotak dengan ruang gelap atau kedap cahaya di dalamnya.

Kamera obscura bisa memantulkan cahaya melalui dua buah lensa konveks, yang kemudian menempatkan gambar pada film atau kertas di titik fokus pada lensa kamera.

Baca juga: Ibnu Haitham, Ilmuwan Muslim Pencetus Kamera Pertama

Sebelum nama kamera obscura dipakai pada 1604, kata lain dari kamera jenis ini ialah cubiculum obscurum", "cubiculum tenebricosum", "conclave obscurum" dan "locus obscurus".

Perangkat kamera obscura terdiri dari sebuah kotak, tenda atau ruangan dengan lubang kecil di satu sisi. Cahaya dari pemandangan eksternal melewati lubang dan menabrak permukaan di dalamnya, di mana adegan itu direproduksi, terbalik (terbalik) dan terbalik (kiri ke kanan), namun dengan warna dan perspektif dipertahankan.

Baca juga: Tahukah Anda Siapa Penemu Kamera?

Gambar dapat diproyeksikan ke atas kertas, dan kemudian dapat dilacak untuk menghasilkan representasi yang sangat akurat. Untuk menghasilkan gambar proyeksi yang cukup jelas, kabarnya aperture harus sekira 1/100 jarak ke layar atau kurang.

Banyak kamera obscura yang menggunakan lensa daripada lubang jarum karena memungkinkan aperture yang lebih besar. Hal ini akan menghasilkan kecerahan serta menjaga fokus.

Karena lubang jarum dibuat lebih kecil, gambar menjadi lebih tajam, namun gambar yang diproyeksikan menjadi redup. Dengan lubang jarum yang terlalu kecil, menjadikan ketajaman gambar memburuk karena difraksi.

Dengan memakai cermin seperti pada versi overhead abad ke-18, ini memungkinkan kamera untuk memproyeksikan gambar di bagian atas. Tipe lain yang lebih portabel adalah sebuah kotak dengan cermin siku yang diproyeksikan ke kertas yang diletakan di atas kaca.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini