Penjual iPhone dan iPad Palsu Dijerat Hukuman Penjara di AS

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 11:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 05 57 1854752 penjual-iphone-dan-ipad-palsu-dijerat-hukuman-penjara-di-as-KluKG8AHSK.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – Perangkat elektronik yang palsu yang beredar di berbagai negara memang tak dapat dielakkan. Perangkat sekelas Apple pun dengan mudah dipalsukan dan dipasarkan dengan harga yang lebih murah.

Meski begitu, mayoritas perangkat palsu tersebut tak begitu eksis di Amerika Serikat (AS), tempat dimana Apple bermarkas. Namun terkuak seorang pria asal China yang memasarkan perangkat palsu Apple di AS.

Baca: Giliran Apple Akui iPhone 7 Terjangkit Bug 'No Service'

Adalah Jianhua Li, pria berusia 43 tahun yang tinggal di AS dengan visa pelajar. Ia mengaku telah menjual lebih dari 40.000 perangkat elektronik palsu dari China dengan merek Apple.

Perangkat palsu itu termasuk iPhone dan iPad yang dipasarkan antara tahun 2009 hingga 2014. Ia mengaku menerima uang tunai sejumlah USD1,1 juta atau sekira Rp14,8 miliar berkat penjualan iPhone dan iPad palsu itu.

Ini merupakan penjualan yang terbilang fantastis mengingat belum pernah terjadi penyelundupan dengan nilai penjualan yang besar beberapa tahun sebelumnya. Rupanya, Jianhua Li memang tak sendiri dalam melakukan aksinya.

Ia beraksi bersama tiga rekannya yakni Andreina Becerra, Rosario LaMarca dan Roberto Volpe yang juga telah mengakui perbuatan ilegal mereka.

Menurut Departemen Kehakiman, kelompok ini telah berupaya untuk menyamarkan aktivitas mereka dengan mengirimkan label palsu yang terpisah dari perangkat yang akan dijual, sehingga mampu menghindari kontrol dari Customs and Border Protection AS. Mereka juga menggunakan uang dan transfer uang dengan amat hati-hati untuk menyemkbunyikan pendapatan mereka.

Baca juga: Penjualan Memburuk, Apple Pangkas Produksi iPhone X?

Namun akhirnya kedok mereka terungkap hingga mendapat hukuman dari regulator setempat. Jianhua Li dihukum penjara sejak tahun lalu hingga 37 bulan.

Sementara itu, hukuman untuk rekannya Becerra dan Volpe masih menunggu putusan. Demikian seperti dilansir Engadget, Senin (5/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini