Proses Terbentuknya Hujan Libatkan Peran Angin, Ini Penjelasannya

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 06 56 1855649 proses-terbentuknya-hujan-libatkan-peran-angin-ini-penjelasannya-876OVTT7om.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Hujan yang turun ke Bumi melalui proses pembentukan terlebih dahulu. Tahukah Anda bahwa angin memiliki peran dalam proses terbentuknya hujan.

Hingga abad ke-20, hubungan yang diketahui antara angin dan hujan ialah angin yang menggerakkan awan. Peran 'mengawinkan' dari angin dalam pembentukan hujan telah ditunjukkan oleh penemuan ilmu meteorologi modern.

Gelembung udara yang sangat banyak jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih di atas permukaan laut dan samudera. Ribuan partikel kecil kemudian terlempar ke udara ketika gelembung-gelembung pecah.

Partikel kecil ini dikenal sebagai aerosol, yang kemudian bercampur dengan debu daratan yang terbawa angin dan terbawa ke lapisan atas atmosfer. Angin lalu membawa partikel ini lebih tinggi dan bertemu dengan uap air.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Uap air kemudian mengembun di sekitar partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran air berkumpul membentuk awan, kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk Hujan.

Dalam Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani, dkk, dijelaskan bahwa gabungan awan yang terjadi mengakibatkan kondensasi, sehingga menyebabkan terjadinya petir dan hujan.

Proses ini juga telah digambarkan dalam Alquran. "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira," bunyi Surah Ar Rum Ayat 48.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Hujan Memurnikan Air di Bumi

Buku ‘Tafsir Ilmi dengan tema Air dalam perspektif Alquran dan Sains’ menjelaskan, ketika menguap, molekul air terbang meninggalkan bahan-bahan terlarutnya. Walaupun di antara bahan terlarut tersebut terdapat gas (misalnya Co2, Nox, atau metan) atau zat yang juga dapat berubah fasa menjadi gas (misalnya khlor), penguapan akan memisahkan air dari pengotornya.

Oleh karena itu, air hujan pada dasarnya adalah air yang murni. Hal ini seperti diterangkan dalam salah satu ayat Alquran.

"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih," bunyi Surah Al-Furqan Ayat 48.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini