nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pendiri Oculus VR yang Populerkan Teknologi Virtual Reality

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 07 207 1856010 kisah-pendiri-oculus-vr-yang-populerkan-teknologi-virtual-reality-foRahQgNaZ.jpg (Foto: Latechdigest)

JAKARTA - Kemajuan teknologi dalam beberapa dekade terakhir cukup luar biasa. Siapa yang tidak kenal virtual reality (VR)? Salah satu teknologi yang kini telah banyak dimanfaatkan di beberapa sektor industri seperti hiburan, pendidikan, maupun kedokteran.

Seperti dilansir dari Bowers, Anda mungkin belum mengenal Palmer Luckey. Perlu diketahui Palmer adalah pendiri Oculus VR, dan desainer Oculus Rift, perangkat yang mempopulerkan VR (Virtual Reality). Ia lahir di California pada 1992, Palmer sangat tertarik dengan virtual reality dan cara kerja elektronik.

Ia sangat terpesona dengan elektronik sehingga ia dapat memisahkan perangkat dan mengembalikannya sekaligus melakukan modifikasi.

Dari usianya yang masih muda, ia bereksperimen dengan menggunakan laser, tesla coils, dan lainnya. Seperti halnya eksperimen, ada beberapa kecelakaan di ruangan sekali atau dua kali.

Saat berusia 15 tahun ia kuliah di California State University pada 2010 dan mengambil jurusan jurnalisme.

Di samping itu, ia mengerjakan prototip untuk virtual reality dan akhirnya mulai bekerja di sebuah perusahaan yang membantu veteran mengalahkan PTSD dengan virtual reality melalui permainan modifikasi yang disebut “Virtual Iraq”.

Baca juga: Manfaat Teknologi Virtual Reality di Masa Depan

Melalui hal-hal yang ia kerjakan, Palmer menjadi terobsesi dengan permainan video tetapi bukan seperti remaja pada umumnya. Ia secara khusus terobsesi dengan bagaimana cara mereka bekerja dan kemajuan dalam gameplay ketidakstabilan suatu gerakan.

Ia mulai mempelajari secara teratur karena ia sedang berusaha mengembangkan perangkat virtual reality yang benar-benar bekerja dengan permainan video dan menyatu dengan mereka.

Palmer membeli sistem VR yang digunakan di internet dengan harga yang rendah, membongkar lalu menyusunnya kembali. Meskipun ia membeli dengan harga murah, harganya akan mahal saat dijual kembali.

Baca juga: Game Virtual Reality Menjadi Tren di Indonesia

Ia mempelajari teknik dasar yang dimulai dari membeli iPhone yang rusak lalu memperbaiki dan menjualnya. Ia menghasilkan lebih dari USD30.000 saat melakukan ini. Dengan demikian ia tetap melakukan eksperimennya.

Pada 2011, Palmer bekerja dengan Mark Bolas. Ia dan Mark Bolas mampu menciptakan Rift, prototipe pertama yang menjanjikan. Saat ia dan Mark sudah menemukan fungsinya, mereka memutuskan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan lebih lanjut. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dari yang mereka bayangkan.

Palmer dan Mark meminta masyarakat sekira USD250.000. Sebagai imbalan atas sumbangan lebih dari USD300, Luckey mengirim donor sebuah prototipe yang bisa mereka gunakan untuk mengembangkan perangkat lunak.

Tak hanya mencapai tujuannya, ternyata mereka telah menerima kuntungan hampir sepuluh kali lipat. Palmer Luckey mulai memastikan bahwa ia memilki dana yang ia butuhkan untuk mewujudkan mimpinya.

Mark Zuckerberg, pencipta Facebook melihat potensi yang dilakukan Luckey. Ia pergi ke kantor pusat untuk mencoba Oculus pada 2014. Zuckerberg sangat terkesan sehingga ia menawarkan Luckey kesepakatan senilai USD2 miliar. Luckey menyetujui kesepakatan tersebut dan ia menjadi kaya seketika.

Saat Palmer Luckey menjadi salah satu orang terkaya di usianya yang masih muda, itu tidak membuatnya menjadi besar kepala. Orang-orang menggambarkan dirinya sbagai orang baik, karismatik, dan lucu.

Palmer Luckey adalah individu yang luar biasa dengan imajinasi dan ketekunan yang membantunya untuk mencapai mimpi. Ia juga dimasukkan ke dalam sejarah sebagai orang yang merevolusi virtual reality.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini