Lenovo Recall 83.500 Laptop Thinkpad X1 Carbon, Kenapa?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 08:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 07 207 1856269 lenovo-recall-83-500-laptop-thinkpad-x1-carbon-kenapa-TUJxq0WzOc.jpg (Foto: Gizmodo)

JAKARTA – Lenovo Thinkpad X1 Carbon dengan terpaksa harus ditarik kembali (recall) oleh perusahaan. Pasalnya Lenovo menyebut laptopnya itu berpotensi terbakar.

Hal ini secara resmi disampaikan Lenovo bersamaan dengan pemberitahuan dari Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (AS). Menurut regulator tersebut, keputusan recall akan mempengaruhi sekira 78.000 laptop di AS dan 5.500 di Kanada atau total 83.500 unit.

Baca: iPhone Meledak, 50 Pelanggan dan Staf Apple Store Dievakuasi

Lenovo mengklaim, masalah pertama kalinya terungkap ketika tiga pengguna yang berbeda melaporkan baterai Thinkpad X1 Carbon mengalami panas berlebih (overheating). Laptop yang terkena dampak itu dirakit antara Desember 2016 hingga Oktober 2017.

Masalah itu disebabkan oleh sekrup kecil yang tidak dibuka, tertinggal di unit selama pembuatan. Sekrup itu berpotensi merusak baterai laptop dan karena baterai lithium ion sangat rumit, hal tersebut dapat menyebabkan pelepasan termal, yang berakibat baterai mengalami deformasi, overheating dan berpotensi terbakar.

Meski begitu, Lenovo mengklaim tak ada laptop yang telah terbakar sejauh ini. Lenovo juga mengatakan tidak menerima laporan kerusakan atau luka pada pengguna atau properti, selain laptop.

Perusahaan menjelaskan bagaimana agar pengguna mengetahui jika laptopnya terpengaruh serta tindakan yang harus dilakukan, melalui posting-an dalam situs website-nya.

Baca juga: HP Tarik 52.000 Baterai Laptop yang Berpotensi Terbakar

Ini tentu bukan kali pertama sebuah perusahaan melakukan recall pada perangkat yang diketahui memiliki potensi buruk. HP juga pernah menempuh langkah yang sama beberapa waktu pada baterai laptopnya.

Tak hanya itu, Samsung juga pernah me-recall Galaxy Note 7 yang bahkan meledak di berbagai negara. Demikian seperti dilansir Gizmodo, Kamis (8/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini