Bagaimana Pesawat Luar Angkasa Bisa Berkomunikasi dengan Bumi?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 09:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 07 56 1856287 bagaimana-pesawat-luar-angkasa-bisa-berkomunikasi-dengan-bumi-ZSjZsIO2Fu.jpg (Foto: YouTube)

JAKARTA – Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana pesawat luar angkasa bisa tetap berhubungan tanpa smartphone. Jika Anda pernah melihat Apollo 13, berarti Anda tahu betapa pentingnya pesawat ruang angkasa untuk bertahan pada jalur komunikasinya.

Deep Space Network (DSN), susunan teleskop radio menggunakan antena parabola yang digunakan untuk berbicara dengan 33 pesawat angkasa (tidak semuanya NASA) yang berada di sekitar tata surya.

Tiga fasilitas di antaranya adalah Goldstone di hamparan Gurun Mojave yang terpencil dan bebas dari gangguan, Madrid Deep Space Communications Complex (MDSCC) di Spanyol, dan Canberra Deep Space Communication Complex (CDSCC) di Australia, yang melacak Apollo Lunar Module jika tersesat di luar angkasa.

Mata manusia pertama kali melihat Apollo 13 dari planet yang jauh karena DSN. Ini menyinari kembali citra pertama Mars yang pernah mencapai daratan pada 1965 melalui pesawat ruang angkasa NASA Mariner 4 dan diikuti gambar permukaan Merkurius pada 1974.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Selain itu ada Voyager, DSN yang memungkinkan Earthlings melihat Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus bersamaan dengan beberapa cincin dan bulan dari Voyager 1 dan 2 Flybys. Bila Anda tahu iconic Carl Sagan “pale blue dot”, itu adalah potret Bumi yang diambil dari jarak 6 miliar mil dan dikirim oleh DSN.

DSN menggunakan sinyal akhir Cassini untuk mengetahui massa misterius B-ring, sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh astronom selama bertahun-tahun sebelum satelit membawa ke Saturnus. Ia dapat mengetahui jarak pesawat ruang angkasa dari Bumi berdasarkan sinyal satelit.

Baca juga: Matahari yang Bersinar Suatu Hari Akan Padam, Benarkah?

DSN memastikan data ilmiah yang dikumpulkan oleh pesawat antariksa dari planet asalnya. Ketika Galileo mengamati antena yang mengorbit Jupiter, masih memungkinkan menyelamatkan temuannya dengan menyatukan stasiun DSN internasional. Sue Finley juga mengatakan jika bukan karena DSN maka tidak akan ada sains karena tidak ada yang bisa mendengarkan pesawat ruang angkasa.

Seperti dilansir dari syfywire, DSN juga mentransmisikan gambar moonwalk pertama kali ke TV di Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini