Berkenalan Lebih Dekat dengan Teknologi Biometrik

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 09:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 08 56 1856795 berkenalan-lebih-dekat-dengan-teknologi-biometrik-2gpbc2ybD5.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tahukah Anda bahwa sebuah restoran KFC di China menggunakan sistem pengenalan wajah yang memungkinkan pelanggan membayar makan malam mereka sambil tersenyum. Semua ini dapat dilakukan berkat teknologi biometrik.

Seperti dilansir dari Cityam, Kamis (8/2/2018), ini adalah contoh bagaimana teknologi biometrik semakin menemukan banyak cara untuk membuat hidup manusia lebih mudah.

Biometrik mengidentifikasi orang, baik melalui karakteristik fisik unik seperti fitur wajah, sidik jari, iris, atau dengan cara mereka berperilaku seperti saat berjalan, menandatangani nama atau penggunaan keyboards yang sedikit berbeda.

Teknologi ini umum digunakan di tempat yang memverifikasi identitas sangat penting seperti bank dan bandara. Di brazil, Banco Bradesco mengklaim telah mengurangi kecurangan ATM dengan memasang pemindai palm vein di atas 35.000 mesin. Di London City Airport, staf memasang sidik jari mereka untuk zona terlarang.

Kini, biometrik diatur untuk menemukan sejumlah aplikasi baru mulai di rumah yang menggunakan pengenalan wajah, pemindaian sidik jari, dan pelacakan objek yang sedang dikembangkan untuk digunakan di London Underground.

Cubic Transportation System bertujuan menghilangkan hambatan terhadap kebutuhan dan mengurangi kepadatan penduduk dengan memantau setiap penumpang saat mereka melewati stasiun.

Baca juga: Jenis Sistem Biometrik yang Banyak Digunakan

Di sektor otomotif, perusahaan Jerman Continental telah meluncurkan tingkat kemanan baru, di mana hanya memiliki kunci saja tidak cukup untuk membuka kendaraan, sidik jari juga diperlukan. Selain itu, sistem pengenalan wajah dengan mengenali pengemudi dengan personalia seperti posisi duduk dan musik.

Sebuah perusahaan yang didirikan oleh tiga lulusan Oxford, Onfindo telah mengumpulkan USD60 juta. Berkat keberhasilan teknologinya untuk membantu memverifikasi suatu situs, dengan identifikasi pengguna melalui foto ID dan biometrik wajah mereka.

Baca juga: Mengenal Sistem Keamanan Biometrik pada Smartphone

Pemerintah menganggap biometrik secara serius akibat serangan yang terjadi 11 September lalu, namun tidak sampai diperkenalkannya sensor biometrik seperti sidik jari pada perangkat mobile. Akan tetapi, teknologi ini benar-benar membuat kesadaran untuk publik dan baru sekarang mulai dipertimbangkan.

Dr Richard Guest, seorang pembaca rekayasa sistem biometrik di University of Kent, memimpin proyek AMBER di EU yang meneliti penggunaan biometrik mobile. Ia percaya bahwa biometrik mobile adalah masa depan. Namun diingatkan bahwa ini bukan hanya masalah teknis tetapi juga masalah privasi yang harus diatasi.

Biometric Institute yang mempromosikan dan bertanggungjawab atas teknologi ini, memberikan peringatan. Chief Executive Isabelle Moeller menunjukkan keuntungan yang sangat besar, tetapi harus serius dalam menangani masalah ini.

Ini merupakan hal yang mudah untuk mengganti kata sandi jika disusup, tetapi apa yang bisa dilakukan ketika sidik jari dicuri dan bagaimana cara organisasi memastikan identitas orang yang menyediakan sampel biometrik.

Pada akhirnya jika publik ingin sepenuhnya bergantung terhadap teknologi, maka industri perlu transparan mengenai data yang mereka miliki, seperti bagaimana pengelolaannya, penggunaannya, dan seberapa amannya. Dari teknologi yang sudah ada, privasi dan keamanan serta etika perlu dikembangkan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini