Lagi, Qualcomm Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 14:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 09 207 1857115 lagi-qualcomm-tolak-tawaran-akuisisi-broadcom-alLFTkL78Y.jpg (Foto: Ubergizmo)

CALIFORNIA – Broadcom belum lama ini mengajukan tawaran yang lebih tinggi untuk mengakusisi Qualcomm. Sayangnya iming-iming tersebut rupannya belum menruntuhkan keyakinan Qualcomm.

Dewan Qualcomm dengan yakin menolak tawaran dari Broadcom. Perusahaan juga menolak tawaran pengambilalihan teknologi terbesar yang mereka miliki.

Baca: Qualcomm Susun Strategi untuk Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom, Kenapa?

"Proposal Anda lebih rendah dibanding prospek kami sebagai perusahaan independen dan secara signifikan berada di bawah kelipatan perdagangan dan transaksi di sektor kami," tulis Chairman Qualcomm, Paul Jacobs dalam sebuah surat terbuka kepada Broadcom.

Sebagaimana diketahui, Broadcom menaikkan harga tawarnya menjadi USD82 per lembar saham. Harga tersebut dikatakan Broadcom sebagai harga terbaik dan final yang mereka tawarkan untuk mengakuisisi Qualcomm.

Harga tersebut senilai USD60 akan dibayarkan tunai, sementara sisanya dalam bentuk saham di Broadcom. Jumlah harga yang ditawarkan meningkat setelah sebelumnya Broadcom menawarkan USD70 per saham yang dibayarkan secara tunai dan sisa USD10 dalam bentuk saham.

Tawaran Broadcom untuk Qualcomm merupakan langkah yang berani mengingat Qualcomm merupakan perusahaan pemasok chipset terbesar di dunia. Meski begitu, keberanian Broadcom memang tampaknya mampu mengubah pertumbuhan perusahaan secara signifikan.

Baca juga: Diam-Diam Qualcomm Bakal Diakuisisi Broadcom, Benarkah?

Sayangnya, upaya Broadcom belum membuahkan hasil sesuai harapan. Qualcomm bahkan telah menolak tawaran Broadcom hingga dua kali.

Sebelumnya, Broadcom menawarkan mahar senilai USD103 miliar pada November 2017. Demi meminang Qualcomm, Broadcom meningkatkan harga penawaran hingga USD121 miliar. Namun harga tersebut tak juga membuat Qualcomm luluh. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Jumat (9/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini