Pakar Keamanan Siber: Situs Dewan Pers Alami Beberapa Kali Peretasan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 18:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 09 207 1857249 pakar-keamanan-siber-situs-dewan-pers-alami-beberapa-kali-peretasan-Ob2phtfIaM.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Situs Dewan Pers dikabarkan diretas bertepatan pada Hari Pers Nasional 2018. Akibat peretasan itu, situs milik Dewan Pers tidak bisa diakses sama sekali.

Melalui keterangan yang diterima Okezone, Jumat (9/2/2018), situs yang diretas beralamat di dewanpers.co.id dan juga ditemukan dalam cache bahwa terdapat beberapa subdomain yang juga diretas, yaitu pendataan.dewanpers.or.id dan pengaduan.dewanpers.co.id.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengungkapkan bahwa tindakan peretasan seperti ini akan terus meningkat. “Untuk mengetahui teknik apa yang dipakai oleh peretas harus ada forensik terlebih dahulu. Namun dari ciri-ciri dan sistem yang diretas, kemungkinan peretas sudah dapat masuk ke panel utama dari domain dewanpers.co.id,” jelas Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center).

Pratama menambahkan bahwa tiga domain tersebut berada dalam IP (Internet Protocol) yang sama, sehingga ada kemungkinan peretas sudah dapat masuk tidak hanya ke server web, tetapi juga ke Operating System server. Bila dilihat dari timeline hacking, sudah beberapa kali dilakukan peretasan terhadap web dewanpers.co.id dan kemungkinan peretas sudah meninggalkan backdoor.

Baca juga: Percakapan WhatsApp Bisa Diintip oleh Hacker, Benarkah?

“Harus dilakukan forensik segera terhadap situs Dewan Pers. Kemungkinan peretas sudah menyerang sejak lama dan meninggalkan backdoor. Peretas sudah mengincar untuk membuat web down saat Hari Pers Nasional,” jelas pria asal Cepu, Jawa Tengah ini.

Pratama menambahkan serangan berikutnya dapat diantisipasi bukan hanya dari traffic serangan, tetapi juga dari anomali-anomali yang dilakukan di dalam sistem situs tersebut.

Baca juga: Ternyata Jurnalis Jadi Target Besar Hacker Rusia sejak 2014

“Forensik sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi. Juga untuk mengetahui teknik, taktik, dan prosedur seperti apa yang digunakan peretas dalam menyerang situs Dewan Pers. Forensik juga penting untuk melihat di mana saja backdoor dipasang peretas,” jelasnya.

Keberadaan backdoor yang dipasang oleh peretas bertujuan untuk masuk ke sistem dan bisa mengambil alih lagi di lain waktu sehingga hal ini wajib diwaspadai.

“Koordinasi dengan instansi terkait keamanan siber, seperti BSSN sangat penting sehingga diharapkan tercipta kolaborasi bersama dalam menghadapi serangan siber semacam ini, dikarenakan teknik serangan semakin kompleks dan canggih, kedepannya sangat sulit jika dihadapi secara parsial tanpa kolaborasi,” terang Pratama.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini