NASA Siapkan Jam Atom Luar Angkasa untuk Uji Terbang

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 09 56 1857134 nasa-siapkan-jam-atom-luar-angkasa-untuk-uji-terbang-a0sTsqNncN.jpg (Foto: AP)

JAKARTA – NASA, badan antariksa Amerika Serikat sedang mempersiapkan jam atom yang akan dikirim ke luar angkasa pada 2018. Deep Space Atomic Clock (DSAC) bertujuan untuk memberikan ketepatan waktu yang akurat untuk misi masa depan.

Dilansir Financialexpress, saat ini penyidik utama DSAC, Tody Ely dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California mengatakan bahwa ia memiliki tujuan yang mulia, yaitu memperbaiki navigasi dan sains di dalam luar angkasa dengan menggunakan DSAC.

JPL telah menyempurnakan jam atom selama 20 tahun. Saat ini sebagian besar misi mengandalkan antena berbasis darat yang dipasangkan dengan jam atom untuk navigasi.

Antena darat mengirimkan sinyal yang fokus ke pesawat luar angkasa yang pada gilirannya akan mengembalikan sinyal. NASA menggunakan perbedaan waktu antara mengirim sinyal dan menerima untuk mengukur kecepatan, lokasi, kecepatan , dan jalur pesawat antariksa.

Baca juga: Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik

Dengan cara ini bisa diandalkan namun dapat dibuat jauh lebih efisien. Sebagai contoh, misalnya ground station harus menunggu pesawat luar angkasa mengembalikan sinyal sehingga hanya bisa melacak satu pesawat luar angkasa setiap kalinya.

Hal ini membutuhkan pesawat luar angkasa menunggu perintah navigasi dari Bumi. Pesawat luar angkasa yang menggunakan teknologi baru ini tidak lagi harus mengandalkan pelacakan dua arah.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Sebuah pesawat luar angkasa bisa menggunakan sinyal dari Bumi untuk menghitung posisi tanpa harus mengembalikan sinyal dan menunggu perintah dari darat. Data lokasi dan kontrol yang tepat waktu memungkinkan operasi yang lebih efisien, penyesuaian yang lebih tepat terhadap situasi yang tidak terduga.

 

DSAC adalah prototipe canggih dari sebuah jam atom kecil yang berenergi rendah berdasarkan teknologi perangkap merkuri-ion. Jam atom di Bumi, Deep Space Network   kira-kira seukuran kulkas.

Penerbangan uji DSAC akan membawa teknologi ini dari laboratorium ke lingkungan luar angkasa. Sementara di orbit, misi DSAC akan menggunakan sinyal navigasi dari GPS AS yang digabungkan dengan pengetahuan satelit dan orbit satelit GPS yang tepat untuk memastikan kinerja DSAC.

Menurut NASA demonstrasi ini harus memastikan bahwa DSAC dapat mempertahankan akurasi waktu hingga lebih dari dua nanodetik dengan tujuan mencapai ketepatan 0,3 nanodetik. Ketika DSAC telah membuktikan teknologinya maka misi masa depan dapat menggunakan perangkat tambahan teknologi.

– NASA, badan antariksa Amerika Serikat sedang mempersiapkan jam atom yang akan dikirim ke luar angkasa pada 2018. Deep Space Atomic Clock (DSAC) bertujuan untuk memberikan ketepatan waktu yang akurat untuk misi masa depan.

Dilansir Financialexpress, saat ini penyidik utama DSAC, Tody Ely dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California mengatakan bahwa ia memiliki tujuan yang mulia, yaitu memperbaiki navigasi dan sains di dalam luar angkasa dengan menggunakan DSAC.

JPL telah menyempurnakan jam atom selama 20 tahun. Saat ini sebagian besar misi mengandalkan antena berbasis darat yang dipasangkan dengan jam atom untuk navigasi.

Antena darat mengirimkan sinyal yang fokus ke pesawat luar angkasa yang pada gilirannya akan mengembalikan sinyal. NASA menggunakan perbedaan waktu antara mengirim sinyal dan menerima untuk mengukur kecepatan, lokasi, kecepatan , dan jalur pesawat antariksa.

Baca juga: Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik

Dengan cara ini bisa diandalkan namun dapat dibuat jauh lebih efisien. Sebagai contoh, misalnya ground station harus menunggu pesawat luar angkasa mengembalikan sinyal sehingga hanya bisa melacak satu pesawat luar angkasa setiap kalinya.

Hal ini membutuhkan pesawat luar angkasa menunggu perintah navigasi dari Bumi. Pesawat luar angkasa yang menggunakan teknologi baru ini tidak lagi harus mengandalkan pelacakan dua arah.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Sebuah pesawat luar angkasa bisa menggunakan sinyal dari Bumi untuk menghitung posisi tanpa harus mengembalikan sinyal dan menunggu perintah dari darat. Data lokasi dan kontrol yang tepat waktu memungkinkan operasi yang lebih efisien, penyesuaian yang lebih tepat terhadap situasi yang tidak terduga.

DSAC adalah prototipe canggih dari sebuah jam atom kecil yang berenergi rendah berdasarkan teknologi perangkap merkuri-ion. Jam atom di Bumi, Deep Space Network kira-kira seukuran kulkas.

Penerbangan uji DSAC akan membawa teknologi ini dari laboratorium ke lingkungan luar angkasa. Sementara di orbit, misi DSAC akan menggunakan sinyal navigasi dari GPS AS yang digabungkan dengan pengetahuan satelit dan orbit satelit GPS yang tepat untuk memastikan kinerja DSAC.

Menurut NASA demonstrasi ini harus memastikan bahwa DSAC dapat mempertahankan akurasi waktu hingga lebih dari dua nanodetik dengan tujuan mencapai ketepatan 0,3 nanodetik. Ketika DSAC telah membuktikan teknologinya maka misi masa depan dapat menggunakan perangkat tambahan teknologi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini