nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ubur-Ubur Penyebab Utama Kematian Ikan Salmon, Benarkah?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 09 56 1857335 ubur-ubur-penyebab-utama-kematian-ikan-salmon-benarkah-bulhKydM3s.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tahukah Anda jika Jellyfish (ubur-ubur) ternyata mengancam Industri Peternakan Salmon. Hal ini terlihat dari kematian massal ikan salmon di Norwegia Utara sisi barat Ryggefjord sejak 2002. Menurut sebuah artikel yang dirilis pada akhir 2017 pembunuhnya adalah ubur-ubur.

Seperti dilansir dari Hakaimagazine, banyaknya ikan salmon yang mati di September 2015, ahli ekologi, Claudia Halsband dari Akvaplan-niva sebuah firma riset bergegas ke Ryggefjord dan menghabiskan satu Minggu untuk mengambil contoh air. Halsband dan ilmuwan dari Norwegian University menghabiskan musim panas di Ryggefjord. Meski tak banyak mendapatkan keuntungan, ia akhirnya menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Halsband menemukan ubur-ubur Dipleurosomo Typicum bermekaran di sepanjang pantai, ubur-ubur tersebut sering ditemukan di Atlantik Utara dan ini adalah temuan pertama di perairan Norwegia. Dokter hewan dari Cermaq awalnya mengira bahwa ubur-ubur yang menyebabkan kematian salmon, tetapi sampai sekarang belum ada yang membuktikan hal tersebut.

Pemeriksaan pun dilanjutkan dan menunjukkan bahwa spesies ubur-ubur ini memang menyakiti salmon menggunakan stingers-nya yang menyebabkan luka dan meningkatkan penyebaran bakteri tenacibaculum, penyakit umum yang biasa terjadi di peternakan ikan. Hal ini menjadi kemungkinan besar bahwa ubur-ubur tersebut juga penyebab kematian ikan salmon di 2012 dan 2014.

Baca juga: Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik

Robert Condon seorang pakar ubur-ubur mengatakan bahwa ada pertanyaan ilmiah, bagaimana populasi ubur-ubur terpengaruh terhadap perubahan iklim. Meskipun memiliki jawaban, tetapi akan sulit jika tidak ada penelitian lebih lanjut karena ada sekira 500 populasi ubur-ubur di dunia dibandingkan ilmuwan di bidang perikanan.

Dengan adanya ubur-ubur yang mengancam industri perikanan bernilai miliaran dolar, maka adanya motivasi bagi perusahaan dan ilmuwan akuakultur menghabiskan waktu untuk belajar.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Menurut Condon, secara keseluruhan populasi ubur-ubur cenderung meningkat kemudian turun dalam beberapa dekade, namun kini populasi ubur-ubur sedang mengalami penurunan. Di beberapa titik seperti Ryggefjord, Norwegia populasi ubur-ubur sedang meningkat.

Jika hal ini terus terjadi, maka akan mempengaruhi peternakan ikan. Ilmuwan masih belum mengetahui apakah Dipleurosomo Typicum selalu ada di Ryggefjord atau tidak, mengingat kematian massal pertama terjadi tiga tahun lalu. Jika ilmuwan dapat memprediksi maka para pengusaha dapat menghindari untuk tidak beternak ikan di Ryggefjord.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini