Pelajari Lubang Hitam, Ilmuwan Bikin Simulasi Alam Semesta

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 07:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 56 1857341 pelajari-lubang-hitam-ilmuwan-bikin-simulasi-alam-semesta-hGLR8hxGv5.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ahli astrofisika dari Harvard dan lima institusi lainya telah mengembangkan simulasi alam semesta melalui komputer. Mereka meyakini simulasi ini bisa menghasilkan resolusi yang lebih realistis dan lebih tinggi dari sebelumnya.

Model yang dijuluki Illustris: The Next Generation (IllustrisTNG) ini berpotensi merevolusi cara ilmuwan dalam mempelajari bentuk galaksi dan lubang hitam supermasif. Jill P. Naiman di Harvard Smithsonian Center for Astrophysic mengerjakan proyek tersebut bersama profesor Astrofisika, Last Hernquist.

Tim peneliti yang mengembangkan model ini dipimpin oleh Volker Springel dari Heidelberg Institute for Theoretical Studies di Jerman, termasuk periset dari Harvard, MIT, Columbia, dan Max Planck Centers for Astronomy and Astrophysics. Menurut Naiman, IllustrisTNG adalah kolaborasi lintas sektor, lintas institusi, dan lintas negara.

Serangkaian makalah diterbitkan dalam Monthly Notices Desember 2017 dari Royal Astronomical Society yang menggambarkan pekerjaan mereka. Dalam salah satu makalah para peneliti menulis bahwa simulasi alam semesta secara signifikan memperluas ruang lingkup simulasi yang lebih besar dengan resolusi yang lebih tinggi.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Naiman mengatakan bahwa IllustrasiTNG mencakup data pengamatan yang baru, dan memungkinkan para astrofisikawan mempelajari interaksi sejumlah galaksi daripada menganalisis yang terisolasi. Selain itu, Illustrasi TNG menangani beberapa tantangan yang dihadapi para peneliti saat menggunakan model sebelumnya, seperti kemampuan reproduksi data dan kecepatan dalam memproses.

Baca juga: Matahari yang Bersinar Suatu Hari Akan Padam, Benarkah?

IllustrasiTNG seperti memiliki 24.000 prosesor layaknya komputer tercepat di Jeman dan ini merupakan simulasi dengan skala yang cukup besar. Model ini, dimulai dari memasukkan parameter fisik berdasarkan area yang diminati oleh peneliti dan menggunakan parameter untuk menghasilkan data simulasi mengenai proses yang berskala besar di alam semesta.

Menurut Naiman ini adalah ide yang sangat bagus dan orang akan tertarik karena sangat mendukung fleksibilitas. Demikian dilansir dari Thecrimson.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini