NASA Curiosity Tangkap Objek Kristal di Mars

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 11 56 1857921 nasa-curiosity-tangkap-objek-kristal-di-mars-ey34rg9yVM.jpg (Foto: Crunchsci)

JAKARTA - Robot Curiosity milik NASA telah menangkap gambar fitur geologi yang menarik, termasuk bentuk kristal dan lapisan mineral pada sebuah wilayah di lereng utara Mount Sharp. Pemandangan ini mengungkap sejarah air di Mars sekaligus bagaimana air bisa hilang.

Dilansir dari The Space Reporter, setelah mendaki selama lima bulan, Curiosity mencapai tepi selatan, yang berbatasan dengan suatu daerah, di mana pengorbit mendeteksi mineral lempung tingkat tinggi. Saat ini Curiosity berada di punggung bukit Jura, suatu wilayah yang ditandai dengan batuan berwarna pucat, berbeda dengan Vera Rubin Ridge yang memiliki batuan berwarna merah dan mengandung hematite (semacam mineral).

Tim ilmuwan Curiosity sedang mempertimbangkan beberapa teori mengenai asal-usul fitur tersebut, termasuk apakah bahan asli dari tempat ini memang mengkristal atau dilarutkan dan diganti dengan bahan yang merupakan kristal.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Ilmuwan sangat tertarik dengan adanya bukti danau kuno yang kemudian dikeringkan atau air yang mengalir melalui endapan yang telah tertanam di batu. Karakteristik batuan menunjukkan bahwa daerah tersebut terdiri dari beberapa lapisan geologi.

Beberapa kristal memanjang, sementara lainnya berbentuk V atau bintang yang ukurannya seperti biji wijen. Para ilmuwan juga menganggap bahwa batuan dasar di Jura ini dilaminasi sehingga dapat terbentuk saat danau di daerah tersebut menguap.

Baca juga: Matahari yang Bersinar Suatu Hari Akan Padam, Benarkah?

Kristal tersebut memiliki beberapa kemiripan dengan kristal yang ada di Bumi, yang cerah kaya akan kalsium sulfat dan yang lebih gelap mengandung zat besi sangat tinggi.

Menurut ilmuwan dari program Curiosity, Ashwin Vasavada misi ini sebagian besar bukti dari apa yang pernah dilihat saat di Kawah Gale, di mana air relatif segar dan tidak asin. Hal ini akan membantu untuk membuktikan bahwa air di Mars menjadi langka dari waktu ke waktu.

Perbedaan kandungan besi juga memberikan petunjuk apakah wilayah tersebut dapat dihuni untuk kehidupan mikroba atau tidak. Perubahan cairan kimia juga memiliki dampak besar pada kelestarian wilayah tersebut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini