Smartphone 'Bapak Android' Hanya Terjual 88.000 Unit di 2017

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 207 1858823 smartphone-bapak-android-hanya-terjual-88-000-unit-di-2017-1qNNenbtOE.jpg (Foto: TechCrunch)

CALIFORNIA – Smartphone besutan Bapak Android - Andy Rubin dengan merek Essential memang manapaki jalan yang cukup sukit. Hal tersebut kini diakui perusahaan dimana handset-nya begitu tumbuh signifikan meski dirancang untuk menyaingi Apple dan Samsung.

Meski begitu, smartphone besutan perusahaan Andy Rubin yang juga dinamai Essential tersebut merupakan handset pertama pertama. Alhasil, Essential bisa berkaca dari hasil penjualan saat ini untuk smartphone selanjutnya di masa mendatang.

Baca: Duh, Smartphone Bikinan Bapak Android Ternyata Kurang Laku

Tweet yang di-posting oleh direktur di IDC - Francisco Jeronimo menempatkan total pengiriman Essential sejumlah 88.000 unit di tahun 2017. Tak jelas rincian dari data tersebut, karena IDC belum memberikan komentarnya lebih lanjut.

COO Niccolo de Masi sendiri saat smartphone Essential dirilis menyebut bahwa handset-nya itu merupakan “permainan jangka panjang” dalam hal perkembangan satu dekade untuk mencapai pertumbuhan yang sama dengan vendor besar saat ini.

“Kami akan secara efektif menjalankan pertumbuhan serupa dengan apa yang Anda lihat pada pendekatan Apple untuk iPhone. Merek menjual satu juta di tahun pertama. Bukan karena tidak ada permintaan lebih, tetapi karena mereka tak bisa membangun lebih dari itu saat layar sentuh kapasitif hadir,” kata Niccolo de Masi.

Baca juga: Andy Rubin Akhirnya Kembali ke Essential Setelah Cuti Diam-Diam

Jika jumlah penjualan iPhone (1 juta) menjadi teolok ukur Essential dalam memasarkan smartphone-nya saat ini, penjualan 88.000 unit merupakan jumlah yang hanya secuil. Bahkan, meski smartphone itu merupakan buah dari kreator Android, sulit untuk membuat investor bertahan dengan hasil yang dicapai perusahaan.

Oktober lalu, Essential juga telah memangkas harga smartphone-nya demi memikat banyak pengguna. Sayangnya langkah tersebut rupanya tak begitu membuat pengguna tertarik. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Selasa (13/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini