nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CEO YouTube Dukung Logan Paul Usai Heboh Vlog Korban Gantung Diri

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 12:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 207 1859391 ceo-youtube-dukung-logan-paul-usai-heboh-vlog-korban-gantung-diri-NYGHdVTVnc.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pada Januari 2018, YouTuber Logan Paul membuat vlog yang memperlihatkan mayat korban bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang. Netizen yang mengetahui hal ini menyerukan agar YouTube menarik vlog tersebut.

Meskipun sebagian netizen tampak menghujat Logan Paul, namun CEO YouTube Susan Wojcicki bersikap sebaliknya.

"Kami menghentikan akun setiap saat. Kami memiliki aturan 'three strikes', dan jika ada yang melanggar tiga kali, maka kami menghentikan akun tersebut," kata Susan, seperti dilansir Cnbc, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut Susan mengungkapkan, pihaknya tidak bisa begitu saja menarik seseorang dari platform mereka. "Dia (Paul) tidak melakukan apapun yang akan menyebabkan 'three strikes' tersebut. Jadi, kita tidak bisa menarik orang dari platform kita. Mereka perlu melanggar sebuah kebijakan dan kita harus memiliki perilaku yang konsisten," terangnya.

Baca juga: Nge-Vlog Korban Gantung Diri, YouTuber Ini Minta Maaf

Susan juga mengatakan bahwa ada perbedaan antara konten yang tidak menyenangkan dan konten yang melanggar kebijakan.

Sekadar informasi, YouTube menghapus Paul dari program Google Preferred mereka usai video hutan Aokigahara yang mengundang kontroversi. Layanan ini memungkinkan pengiklan membayar untuk menempatkan iklan pada sebuah video.

Baca juga: Usai Kasus Vlog Logan Paul, YouTube Perketat Monetisasi Kanal

Logan Paul juga diketahui membuat video terbaru yang melibatkan aksi menembakan senjata kejut listrik pada tikus mati. YouTube pun melepaskan video iklan Paul yang secara efektif membuat 'demonetisasi' terkait video mereka.

Pada Jumat, perusahaan yang dimiliki oleh Google tersebut mencantumkan beberapa hukuman bagi pembuat konten yang mengunggah konten mengerikan yang melanggar pedoman komunitas atau pedoman konten ramah pengiklan.

Aturan yang diperbarui berarti YouTube berhak menarik pembuat konten dari Google Preferred, menghilangkan saluran iklan dan menghapusnya dari rekomendasi video di beranda atau trending tab.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini