Huawei Dorong Pemerintah Adopsi Cloud demi Transformasi Digital

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 207 1859590 huawei-dorong-pemerintah-adopsi-cloud-demi-transformasi-digital-9W60s89rMO.jpeg (Foto: Lely Maulida/Okezone)

JAKARTA - Era digital semakin hari semakin berkembang. Perkembangan di teknologi di era ini pun kecepatannya seolah tak bisa diprediksi.

Sisi baiknya dari teknologi di era digital yakni berkembangnya ekonomi digital yang dapat mendongkrak peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Namun hal tersebut perlu didorong oleh pengembangan internet .

Berdasarkan laporan Digital Spoilovers 2017 yang dirilis Huawei dan Oxford Economics, ekonomi digital dunia akan tumbuh lebih pesat dan memberikan kontribusi hingga 24,3% terhadap PDB di dunia pada 2025. Saat ini sendiri, diperkirakan kontribusi ekonomi digital mencapai 15,5%.

Pun begitu dengan di Indonesia, ekonomi digital juga bisa memberikan kontribusi besar di Tanah Air pada 2025.

“Dengan strategi digitalisasi yang mumpuni, Indonesia bisa mendapatkan tambahan pertumbuhan PDB sebesar 1,8% pada tahun 2025, dari rata-rata pertumbuhan PDB saat ini sebesar 5%,” ujar Arri Marsenaldi, Executive Product Manager Huawei Indonesia di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Potensi tersebut tentunya membutuhkan perhatian dari pemerintah sebagai enebler berkembangnya teknologi. Dijelaskan Arri, pita lebar dan cloud menjadi landasan bagi Indonesia untuk bertransformasi digital.

Menurutnya, salah satu yang menjadi kendala transformasi digital di Indonesia yakni infrastruktur yang belum merata. Misalnya saja jaringan 4G yang belum merata hingga ke berbagai wilayah di Indonesia. Padahal, transformasi digital sangat bergantung pada internet.

“Huawei meyakini peningkatan infrastruktur digital yang berkelanjutan, terutama dalam pita lebar dan adopsi teknologi cloud adalah landasan untuk transformasi digital Indonesia. Salah satu permasalahannya, 4G belum merata sehingga adopsi dan akses ke cloud pun sulit,” ujar Arri.

Lebih lanjut Arri menilai jika adopsi cloud yang memungkinkan pemerintah dan pihak terkait memanfaatkan big data terlambat, maka GDP akan menurun. Oleh karenanya, program Indonesia Broadband Plan yang digagas pemerintah, dinilai Huawei perlu dievaluasi.

“Harus dievaluasi, apakah harus ada perbaikan dari sisi strategi, jangan sampai salah investasi,” ujarnya memungkas. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini