Kisah Paul Allen, Pendiri Microsoft Selain Bill Gates

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 07:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 56 1859697 kisah-paul-allen-pendiri-microsoft-selain-bill-gates-fUShti839I.jpg (Foto: Forbes)

JAKARTA – Microsoft yang kini layanan serta perangkatnya banyak digunakan di berbagai negara, dikenal sebagai perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates. Berkat Microsoft, Gates bahkan menjadi orang terkaya di dunia meski kini disalip oleh CEO Amazon – Jeff Bezos.

Namun tahukah Anda pendiri Microsoft tak hanya Bill Gates saja? Perusahaan ternama itu juga didirikan oleh Paul Gardner Allen atau akrab disebut Paul Allen. Keduanya mengembangkan Microsoft hingga menjadi perusahaan besar seperti saat ini.

Paul Allen lahir pada 21 Januari 1953 di Seattle, Washington. Namanya melambung setelah mendirikan Microsft bersama Bill Gates.

Baca: Pete Lau, Alumni Oppo yang Sukses Dirikan OnePlus

Pertemuan dengan Bill Gates sendiri terjadi saat Paul berusia 14 tahun di Lakeside School. Keduanya memiliki minat yang sama pada komputer.

Pada 1973, Paul Allen meraih skor 100 hingga kemudian menempuh pendidikan di Washington State University. Namun setelah dua tahun kuliah, ia keluar dan bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan komputer bernama Honeywell yang berada di Boston.

Setelah beberapa tahun di perusahaan tersebut, Paul Allen berniat untuk memulai perusahaannya sendiri. Ia kemudian meminta Bill Gates untuk bergabung dengannya membangun perusahaan.

Gates lantas keluar dari Harvard untuk bersama Paul Allen membangun perusahaan baru yang dinamakan Microsoft. Inilah saat gelombang sistem komputer pribadi (PC) melanda Amerika.

Paul dan Bill Gates memutuskan untuk merancang software baru yang akan dijalankan dengan PC baru itu. Keduanya memulai dengan menyediakan software Microsoft BASIC yang telah mereka kembangkan ke perusahaan-perusahaan baru pada saat itu seperti Commodore dan Apple.

IBM kemudian mencoba mengontrak Paul Allen dengan menjanjikan software DOS (Disc Operating System). Namun Microsoft pada saat itu belum merancang software yang rumit, sehingga Paul Allen mencoba untuk terus mengembangkan perusahaannya dan meraup untung.

Paul Allen kemudian membeli sebuah software bernama QDOS (Quick and Dirty Operating System) yang dibuat oleh Tim Paterson. Allen dan Gates selanjutnya mengubah QDOS menjadi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System).

Software itu diinstal pada PC Intel 8088 yang mulai dijual pada 1981. PC baru tersebut turut merevolusi komputasi di Amerika. Alhasil Paul Allen dan Bill Gates seketika menjadi jutawan karena mereka menerima royalti untuk setiap PC yang terjual.

Sayangnya Paul Allen didiagnosis menderita kanker bernama Hodgkin's lymphoma pada tahun 1982. Meski begitu, ia mampu sembuh total hanya setelah berbulan-bulan menjalani terapi radiasi.

Namun setelah penyakitnya pulih, ia mulai menjauhkan dirinya dari Microsoft dan memutuskan untuk mencoba inovasi dan penelitian baru. Pada 1986, Paul memulai perusahaan bernama Vulcan Ventures.

Paul berinvestasi di berbagai sektor seperti direktori online, hardware hingga komunikasi nirkabel. Pada 1998, Paul juga telah mengakuisisi lebih dari 30 perusahaan. Selang satu tahun, kekayaannya bahkan mencapai lebih dari USD25 miliar hanya berkat bisnis kabel dan internet.

Baca juga: Linus Torvalds, Penemu Linux yang Tak Puas dengan Sistem Operasi Microsoft

Paul Allen masih tercatat sebagai dewan direksi Microsoft hingga November 2000. Pada 2013 pun ia dilaporkan masih memiliki sekira 138 juta saham di Microsoft.

Bisnis Paul Allen telah menjadi kunci di balik kesuksesanya sebagai seorang pengusaha. Investasi strategisnya juga telah menjadikan Microsoft seperti saat ini. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini