Fenomena Nebula Luar Angkasa Dijelaskan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 56 1859780 fenomena-nebula-luar-angkasa-dijelaskan-alquran-dan-sains-9vhlXLVXQo.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Dengan kecanggihan teleskop modern, manusia bisa melihat alam semesta dan menemukan sebuah fenomena nebula. Nebula merupakan sekelompok bintang di langit yang tampak sebagai kabut atau gas pijar bercahaya.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa pada 31 Oktober 1990, salah satu badan antariksa terbesar di dunia melalui situs internetnya memperlihatkan suatu gambar yang dicitrakan oleh teleskop raksasa.

Orang yang melihat gambar itu secara sekilas tidak akan ragu bahwa itu adalah gambar bunga mawar berwarna jingga, dengan daun-daunnya yang berwarna merah keungu-unguan, dikelilingi oleh daun-daun kecil berwarna hijau muda.

Di tengah-tengah objek itu terdapat kelopak berwarna biru. Bunga ini merupakan gambar ledakan sebuah bintang raksasa bernama Cat's Eye Nebula, yang berjarak 3.000 tahun cahaya dari Bumi.

Baca juga: Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Fenomena nebula baru ditemukan manusia saat ini ketika mengandalkan teknologi teleskop luar angkasa yang canggih. Dalam Alquran rupanya telah diungkap terkait fenomena ini.

Buku 'Sains dalam Alquran' mengungkap salah satu ayat Alquran yang berbunyi, "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak," Surah Ar-Rahman Ayat 37.

Ayat ini dianggap sebagai salah satu ayat yang mengandung kemukjizatan terbesar terkait bidang astronomi. Sebab, ayat ini benar-benar selaras dengan gambar yang terbentuk setelah terjadinya ledakan bintang-bintang.

 

Perjalanan Cahaya Bintang Sampai ke Bumi

Dalam buku 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani, dijelaskan bahwa ada bintang yang ukurannya jauh lebih besar daripada matahari. Akan tetapi, karena jaraknya sangat jauh, hanya terlihat seperti titik cahaya.

Begitu juga dengan matahari yang ada di tata surya. Jika dilihat dari galaksi lain, akan terlihat seperti titik cahaya.

Baca juga: Fenomena Salju di Arab Saudi Tanda Kiamat Semakin Mendekat?

Cahaya bintang dapat mencapai Bumi setelah menempuh waktu yang sangat lama, yaitu dalam orde ribuan tahun.

Oleh sebab itu, ada bintang yang sebenarnya telah musnah, tetapi cahayanya baru terlihat dan sampai ke Bumi. Bayangkan betapa jauhnya perjalanan cahaya bintang yang jaraknya ribuan tahun cahaya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini