Bos Smartphone HTC Putuskan Resign, Ada Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 15 207 1860036 bos-smartphone-htc-putuskan-resign-ada-apa-kdeErPpwRY.jpg

JAKARTA – Bos smartphone HTC Chialing Chang memutuskan untuk mengundurkan diri (resign) dari perusahaannya. Chang sendiri saat ini mengisi jabatan sebagai President of the Smartphone and Connected Devices Business.

Langkah ini bahkan tercatat ditempuh Chang ketika perusahaan tengah menyiapkan flagship baru. Laporan menyebutkan, Chang tengah mempersiapkan startup baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca: Google Resmi Akuisisi HTC dengan Dana Rp14,6 Triliun

Chialing Chang tercatat bergabung dengan HTC sebagai CFO pada 2012 setelah pindah dari Goldman Sachs. Chang juga sebelumnya menjalankan bisnis penjualan global HTC sebelum akhirnya menjabat posisi yang ia tinggalkan saat ini pada 2016.

Dalam pengumumannya, HTC tak menyebutkan siapa pengganti Chang setelah ia resmi meninggalkan perusahaan. HTC juga tak merespons pertanyaan apakah perusahaan akan merekrut pemimpin barunya untuk bisnis smartphone.

Juru bicara HTC hanya mengonfirmasi bahwa Chang akan meninggalkan perusahaan.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Chialin Chang telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai President of the Smartphone and Connected Devices Business di HTC. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasinya kepada perusahaan selaman enam tahun terakhir dan berharap yang terbaik dalam usaha masa depannya,” kata juru bicara HTC.

Baca juga: Mantap! Google Akuisisi 2.000 Karyawan HTC dengan Mahar Rp14,6 Triliun

Kemunduran Chang menyusul akuisisi lebih dari 2.000 insinyur HTC oleh Google pada akhir bulan lalu. Berkat akuisisi itu, HTC meraup dana namun tim tekniknya menyusut hingga sekira seperlima dari jumlah sebelumnya.

Penjualan smartphone HTC seiring waktu memang terus menyusut. Alih-alih memangkas bisnis smartphone, HTC memfokuskan diri untuk mengembangkan bisnis Virtual Reality (VR). Demikian seperti dilansir TechCrunch, Kamis (15/2/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini