Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google Rayakan Tahun Baru Imlek via Doodle

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 12:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 16 207 1860468 google-rayakan-tahun-baru-imlek-via-doodle-cBHLajNKtG.jpg (Foto: Google)

JAKARTA – Google turut menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini, Jumat (16/2/2018). Jika Anda membuka lama pencarian Google, Anda akan disambut dengan tampilan beberapa hewan berwarna merah dan biru.

Salah satu hewan yang menonjol dalam tampilan doodle itu adalah anjing yang dihias berwarna merah. Hal ini senada dengan shio tahun ini yang diperingati sebagai tahun Anjing Tanah.

Shio adalah zodiak hewan tradisional yang memiliki siklus berulang selama 12 tahun. Kedua belas hewan itu yakni tikus, sapi, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Setiap tahun selalu dikaitkan dengan hewan yang tidak hanya mewakili simbol kelahiran, namun juga mencerminkan keinginan baik dan tulus dari hewan tersebut.

Masyarakat etnis Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek di hari pertama tahun lunar China yang sekaligus menandakan dimulainya Festival Musim Semi.

Sebelum dimulainya perayaan, pada malam tahun baru kalender lunar dilakukan reuni keluarga. Biasanya anggota keluarga akan duduk mengelilingi meja dan menikmati makanan tradisional. Selain makanan, mereka juga menonton 'Gala Tahun Baru Imlek' yang disiarkan langsung di semua saluran.

Mereka terus berkumpul bersama sambil menunggu bel tahun baru hingga tengah malam sebelum perayaan dimulai. Saat bel berbunyi, biasanya kembang api akan muncul sebagai bagian penting dari perayaan. Tak hanya itu, pada saat tahun baru mereka pun menggunakan busana berwarna merah karena dianggap sebagai simbol keberuntungan.

Orang China juga akan makan kue khusus yang dikenal dengan kue 'Nian Gao' atau kue Tahun Baru. Cara itu merupakan bentuk ungkapan harapan yang baik untuk semua prestasi dan peluang di tahun yang akan datang.

Di Indonesia sendiri, Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur oleh Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Sebelumnya, semasa pemerintahan rezim Orde Baru, segala hal berbau Tionghoa dilarang termasuk Imlek lewat Instruksi Presiden No 14 Tahun 1967.

Almarhum Gus Dur mencabut Inpres No 14/1967 itu pada 2000. Ia mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) no 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi yang merayakan).

Pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan Imlek sebagai hari libur nasional yang efektif berlaku mulai 2003.

Kebijakan untuk menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia dan China saja, tetapi juga beberapa negara di dunia. Beberapa negara, terutama yang memiliki populasi keturunan Tionghoa cukup besar juga mengikuti Indonesia dan China seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini